Iklan
Iklan
Iklan
HEADLINE

Capain Pajak di Kalsel Tembus 65 Persen

×

Capain Pajak di Kalsel Tembus 65 Persen

Sebarkan artikel ini

Banjarbaru, KP – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kalsel mencatat, capaian pajak daerah tahun ini per 18 Juli mencapai Rp2 triliun. Capaian tersebut menembus persentase 65 persen dari target.

Salah program yang membuat capaian pajak cukup besar adalah Relaksasi Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB).

Capaian tersebut juga lebih banyak dibandingkan 2022 lalu di periode yang sama.

“Tahun lalu hingga semester I realisasi pajak daerah hanya Rp1,6 triliun atau 59,89,” kata Kabid Pengelolaan Pendapatan pada Bapenda Kalsel, Riandy Hidayat, Senin (24/7).

Capaian pajak daerah pada tahun ini paling banyak dari Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBB-KB), sebesar Rp1 triliun.

“Realisasi PBB-KB sudah 78,20 persen, dari target Rp1,4 triliunan,” ucapnya.

Kemudian, Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) tercapai Rp436,6 miliar.

Targetnya Rp845 miliar.

“Sedangkan BBN-KB (Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor) capaiannya Rp349,5 miliar, dari target Rp545 miliar,” papar Dayat.

Ia menyebut, hanya Pajak Air Permukaan (PAP) yang realisasinya masih jauh dari target.

Targetnya Rp50 miliar, baru tercapai Rp9,5 miliar.

“Memang PAP ini agak sulit karena ditarget tinggi,” ujarnya.

Kembali ke pajak kendaraan, menurut Dayat, capaiannya meningkat memang karena adanya pengurangan dan pembebasan denda pajak PKB dan BBNKB.

Relaksasi PKB dan BBNK ini diberikan selama empat bulan, dari Juli hingga 9 Desember mendatang.

Sementara itu, capaian pajak daerah yang diterima Unit Pelayanan Pendapatan Daerah (UPPD) Sistem Administrasi Manunggal Satu Pintu (Samsat) Banjarbaru juga cukup tinggi.

Kepala UPPD Samsat Banjarbaru, Pengayom Bayu Ajie menuturkan, pendapatan PKB dan BBNKB hingga 22 Juli 2023 sudah Rp57,6 miliar.

“Naik dibandingkan tahun lalu yang hanya Rp55,6 miliar,” tuturnya.

Baca Juga:  Disbunak Kalsel Survei Calon Kelompok Tani Penerima Hibah

Ia mengungkapkan, pajak tahun ini paling banyak dari kendaraan roda 4.

Yakni sebesar Rp46,6 miliar.

“Sedangkan roda 2 sebesar Rp10 miliar dan roda 3, Rp9 juta,” pungkasnya. (mns/K-2)

Iklan
Iklan