Wakil Ketua Komisi 3 DPRD Kota Banjarmasin, Aprizaldi mengatakan pembangunan Jembatan Mantuil sebagai pilot project penanganan kemacetan di Kota Banjarmasin
BANJARMASIN, KP – Awal bulan Juli, proyek pengerjaan Jembatan Mantuil di Jalan Tembus Mantuil Kelurahan Kelayan Selatan mulai dikerjakan.
Pantauan KP, lokasi proyek Jembatan Mantuil ditutup seng warna biru dan satu buah alat berat tampak bekerja membersihkan pondasi rumah.
Jembatan ini berkonsep jembatan kembar, yang selama pembangunan, jembatan lama tidak dibongkar sehingga tetap dapat dilewati warga.
Rencananya, jembatan ini memiliki lebar 8 meter, sehingga lebar 2 buah jembatan dan jalur jalan raya mencapai 16 meter.
Sementara, anggaran pembangunan jembatan mencapai RP13 milyar rupiah dan anggaran pembebasan lahan RP31 milyar rupiah.
Wakil Ketua Komisi 3 DPRD Kota Banjarmasin, Aprizaldi mengatakan pembangunan Jembatan Mantuil sebagai pilot project penanganan kemacetan di Kota Banjarmasin.
Melalui pembangunan jembatan ini dapat mengantisipasi kemacetan sejak dini.
Menurutnya selama ini, pembangunan kompleks perumahan atau kawasan pemukiman di Kota Banjarmasin tidak pernah memperhitungkan kemacetan.
Disebutkannya, Kota Banjarmasin tidak pernah belajar dari pembukaan kawasan pemukiman lainnya, pemukiman
Sering pembangunan kawasan perumahan tidak memperhatikan kemacetan lalu lintas, kawasan perumahan bertambah tapi akses jalan dibiarkan sempit dan kecil.
Hal ini dikatakannya memiliki dampak psikologis, yaitu penghuni kawasan yang mudah stress dan tidak dapat mengendalikan emosi.
Membikin tata ruang kota menjadi tidak mengenakkan tutur Afrizaldi. (mar/K-3)















