Banjarmasin, KP – Jumlah pedagang Pasar Kuripan yang terimbas dampak pembongkaran bangunan untuk revitalisasi dan pelebaran Sungai Veteran bertambah.
Kepala Disperdagin (Dinas Perdagangan dan Industri) Kota Banjarmasin, Ichrom Muftezar mengatakan akibat pemotongan bangunan hingga 18 meter dari tepian Sungai Veteran membuat puluhan pedagang terdampak.
Disebutkannya hasil rapat dengan Kementrian PUPR, awalnya 9 meter dari bibir Sungai Veteran harus bersih dari bangunan yang membuat 21 kios di lantai dasar dan 27 lapak di lantai 2 Pasar Kuripan harus dibongkar.
Namun, dengan alasan keselamatan dan teknis pemotongan bangunan, bangunan pasar harus dibongkar hingga 18 meter, yang membuat jumlah pedagang yang terdampak menjadi 47 kios lantai dasar dan 74 lapak lantai 2 Pasar Kuripan.
Penilaian ini karena tidak mungkin memotong bangunan hingga kolom tengah sehingga bangunan Pasar Kuripan terpotong menjadi 2 bagian.
Sementara, untuk tempat penampungan sementara pedagang, Disperdagin Kota Banjarmasin mempersiapkan sejumlah pasar yang kondisinya masih kosong seperti Pasar Pandu, Pasar Gedang dan Pasar Telawang.
Lokasi terakhir ini disebutkannya agak jauh, namun dapat mengakomodasi pedagang untuk tetap berjualan.
Selain itu, Disperdagin mempersiapkan alternatif dengan memanfaatkan lokasi di belakang Pasar Kuripan.
Dikatakannya sudah ada 6 pemilik lahan yang sudah mengirimkan bukti kepemilikan ke Disperdagin Kota Banjarmasin.
Nantinya, kalau disetujui Walikota Banjarmasin, lokasi ini digunakan untuk menambah bangunan pasar dan menampung kembali pedagang pasar yang tergusur program Revitalisasi Sungai Veteran.
Menurut Ichrom Muftezar mengatakan program revitalisasi Sungai Veteran sangat penting untuk pengendalian banjir di Kota Banjarmasin. (mar/k-3)















