Banjarmasin, KP – Siswa berkebutuhan khusus di sekolah inklusi mempunyai hambatan dan kebutuhan. Untuk mengatasi masalah ini, maka dalam pembelajaran siswa berkebutuhan khusus menurut kreatifitas guru.
Pengamat pendidikan sekolah inklusi, Jumberi yang dihubungi {KP}, Rabu (26/723) mengatakan, selain itu masalah implementasi literasi di sekolah juga harus disesuaikan dengan kompetensi siswa dan karakter peserta didik.
“Implementasi literasi bertujuan untuk meningkatkan partisipasi siswa dalam mengikuti setiap pembelajaran,” kata Wakil Ketua National Paralympic Committee (NPC) Kota Banjarmasin.
Ia menegaskan, literasi merupakan hal yang penting guna mewujudkan pemerataan pendidikan berkualitas .
“Memiliki literasi adalah kemampuan siswa membaca buku- buku pelajaran,” kata Jumberi.
Dikatakan, disadari terdapat sejumlah prinsip dalam pembelajaran bagi siswa berkebutuhan khusus (inklusi) dan layanan pendidikan yang diberikan pun berbeda dengan sekolah umum.
Oleh karena itulah tandasnya sekali lagi mengatakan, perananan seorang di sekolah inklusi memiliki kreatifitas agar setiap siswa mengerti dan memahami setiap pembelajaran yang diberikan.
Jumberi menilai, bahwa pelaksanaan pendidikan di sekolah inklusi saat ini dirasakan belum sepenuhnya mampu diterapkan oleh seluruh sekolah umum atau reguler.
Masalahnya, karena kebanyakan sekolah reguler atas kebijakan pemerintah yang juga diwajibkan menerima sebagian siswanya berkebutuhan khusus dihadapkan pada sejumlah kendala dan tantangan, sehingga harus segera dicarikan solusi khususnya oleh Dinas Pendidikan.
“Padahal pendidikan inklusi di sekolah reguler bertujuan untuk memperluas akses pendidikan bermutu bagi penyandang disabilitas atau berkebutuhan khusus,” tutup Jumberi. (nid/K-7)















