Iklan
Iklan
Iklan
Banjarmasin

Sangat Transparan dan Anak Penjual Kayu Menjadi Taruna Akpol

×

Sangat Transparan dan Anak Penjual Kayu Menjadi Taruna Akpol

Sebarkan artikel ini
Karo SDM Polda Kalsel, Kombes Pol Muhammad Arif Sugiarto

BANJARMASIN – Faizal Achmad Nur Shaufi, anak pedagang kayu, pantang menyerah untuk bisa masuk Taruna Akademi Kepolisian (Akpol), meski sempat gagal tiga kali.

Namun, karena tekadnya dan koreksi diri atas kegagalan tersebut, akhrinya cita-citanya bisa terwujud.

Faizal Achmad Nur Shaufi merupakan satu dari puluhan pendaftar dari Kepolsian Daerah Kalimantan Selatan (Polda Kalsel) yang dinyatakan lulus seleksi Akpol TA 2023.

Sidang pengumuman kelulusan Akpol TA 2023 sendiri dilaksanakan pada Senin (26/7/2023) di Semarang dilakukan juga secara virtual.

Dan Faizal Achmad Nur Shaufi pun menjadi salah satu peserta yang dinyatakan lulus, kemudian menjadi Casis Taruna Akpol TA 2023 dari Polda Kalsel.

Faizal Achmad Nur Shaufi sendiri berasal dari Kabupaten Tanah Laut, dan dia diketahui adalah anak dari seorang pedagang kayu untuk bahan bangunan atau yang dikenal masyarakat dengan istilah wantilan kayu, yakni Hasan dan ibunya hanya sebagai ibu rumah tangga.

Dimana melalui sebuah video yang diunggah di instagram resmi Biro SDM Polda Kalsel yakni @biro_sdm_polda_kalsel, Hasan mengaku sangat bersyukur keinginan anaknya menjadi seorang polisi melalui seleksi Akpol bisa terwujud.


“Anak kami sejak kecil memang sudah bercita-cita menjadi polisi. Alhamdulillah anak kami lulus dan terpilih dapat mengikuti pendidikan taruna Akpol. Kami selaku orangtua sangat bersyukur,” katanya.

Hasan pun membeberkan bahwa sang anak sempat tiga kali gagal dalam mengikuti seleksi menjadi taruna Akpol.

“Sudah tiga kali mengikuti seleksi Akpol. Dan kami selalu memberikan semangat untuk mengikuti seleksi lagi, dan memberikan dukungan penuh dengan prestasi olahraga dan juga akademik yang dimilikinya, kami yakin anak kami bisa bersaing,” ujarnya.

Dikatakan Hasan bahwa pelaksanaan seleksi Akpol yang diikuti oleh anaknya berjalan dengan sangat transparan.

Baca Juga:  Masih Banyak yang Pakai Plastik di Pasar Pandu


“Anak kami lulus karena berusaha dengan kemampuannya sendir, tanpa mendapatkan bantuan dan sponsor dari mana pun.
Terima kasih kepada Kapolda dan juga Karo SDM Polda Kalsel yang sudah melaksanakan seleksi penerimaan Akpol dengan bersih dan juga transparan,” katanya.

Sementara itu, Faizal Achmad Nur Shaufi mengungkapkan rahasia sehingga dirinya mampu mewujudkan mimpinya menjadi seorang taruna Akpol, panatang menyerah atau tidak mudah putus asa.

“Karena saya yakin gagal satu kali maka bangkit dua kali, gagak dua kali maka bangkit tiga kali, gagal tiga kali maka bangkit empat kali. Dan terbukti di tahun keempat saya mendaftar Akpol ini, saya berhasil berangkat seleksi ke tingkat pusat. Semoga di pusat nanti saya bisa maksimal dan menjadi yang terbaik membawa nama keluarga dan Tanah Laut sekaligus Polda Kalsel,” katanya.

Teepisah, mewakili Kapolda Kalsel, Irjen Pol Andi Rian R Djajadi, Karo SDM Polda Kalsel, Kombes Pol Muhammad Arif Sugiarto, ketika ditanya wartawan menerangkan untuk peserta dari Kalsel yang mendaftar pada seleksi penerimaan Akpol TA 2023 ada sekitar 80 orang.


Dan dari sekitar 80 orang peserta, terpilih mengikuti seleksi di pusat sebanyak 10 orang dan sembilan orang di antaranya dinyatakan lulus dan langsung menjalani pendidikan pada tahun ini.


“Yang lulus sembilan, satu orang Polwan dan langsung mengikuti pendidikan tahun ini,” katanya, Kamis (27/7).


Sedangkan satu orang lagi lanjutnya berstatus Rekrutment Proaktif (Rekpro) sehingga akan menjalani pendampingan untuk mengikuti tes langsung di pusat pada seleksi berikutnya atau tahun 2024.


“Satu peserta Rekpro, mungkin nilainya bagus. Jadi tahun depan akan tes lagi tapi tidak lagi mengikuti dari daerah atau langsung di pusat.
Dan dia juga tidak dipulangkan, karena akan mendapat pendampingan menghadapi seleksi berikutnya,” jelas Muhammad Arif Sugiarto

Baca Juga:  Polda Kalsel Ajak Masyarakat Jaga Kedamaian Banua

Dikatakan juga, bahwa pelaksanaan seleksi taruna Akpol memang dilaksanakan secara bersih dan transparan.

Dicontohkannya peserta yang dinyatakan lulus atas nama Faizal Achmad Nur Shaufi dan berasal Tanah Laut, memang lulus karena usaha dan kegigihannya.


“Dia mendaftar sampai empat kali, dan akhirnya lulus. Mungkin karena dia pun juga benar-benar sudah mempersiapkan diri, kemudian melakukan evaluasi atas kekurangannya sebelum-sebelumnya,” tambah Kombes Pol Muhammad Arif Sugiarto.


Sementara untuk penerimaan melalui program bintara dan tamtama gelombang kedua tahun 2023 berjumlah 451 orang yang dinyatakan lulus dan menjalani pendidikan.


Sedangkan untuk gelombang satu tahun 2024 berjumlah 197 orang yang dinyatakan lulus, sehingga totalnya menjadi 648 orang. (KPO-2)

Iklan
Iklan