Warga bernama Hadi yang saat itu sedang menjaga warung di rumahnya mengaku pertama kali melihat api berkobar dari lantai dua rumah Rusnah.
BANJARMASIN, KP – Warga di Jalan Masjid Jami, Gg Gusti Galuh, RT 06 RW 01, Kelurahan Surgi Mufti, Kecamatan Banjarmasin Utara, Jumat (25/8) malam dibuat heboh menyusul terbakarnya sejumlah rumah.
Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjarmasin, H Husni Thamrin MIP mengungkapkan, ada 11 rumah warga yang terdampak pada bencana kebakaran tepat di seberang Masjid Jami Banjarmasin ini.
“10 rusak berat dan 1 rusak ringan,” ujarnya dalam pesan Grup Whatsapp.
Husni mengatakan, untuk identitas warga yang rumahnya mengalami kebakaran adalah rumah almarhumah acil Rusni yang dalam keadaan kosong kemudian rumah almarhumah Masitah yang ditempati 1 Kepala Keluarga (KK) 3 jiwa, Rusnah 1 KK 2 jiwa, Masrani 1 KK 7 jiwa, Irin 1 KK 4 jiwa, Husairi 1 KK 8 jiwa, Hj Wati 1 KK 10 jiwa, Nurul 1 KK, Acil Undul 1 KK 2 jiwa, Husaini 1 KK 3 jiwa serta acil Ijum 1 KK 4 jiwa.
“Total ada 11 KK dan 43 jiwa yang terdampak kebakaran,” katanya.
Disinggung tentang penyebab terjadinya kebakaran, Husni mengaku belum mengetahui karena masih dalam penyelidikan.
Begitu pula dengan kerugian materil yang dialami korban juga masih dalam penghitungan pihaknya.
Kebakaran sendiri diketahui terjadi sekitar pukul 19.54 Wita dan berakhir sekitar jam 20.23 Wita.
Salah seorang warga bernama Hadi yang saat itu sedang menjaga warung di rumahnya mengaku pertama kali melihat api berkobar dari lantai dua rumah Rusnah.
Setelah itu, lanjutnya, api langsung menyebar ke rumah Wati, Galuh, Ijum, Masnah, Nini Husni, Irin dan Madi.
“Lalu saya mengambil mesin pemadam yang ada di rumah. Saya bersama warga pun mencoba memadamkan dari lantai dua, namun angin cukup deras dan kami kewalahan. Api semakin membesar, saya pun langsung menghubungi damkar lain untuk memadamkan api,” ceritanya.
Sementara itu, warga bernama Said mengaku saat kejadian sedang berada di musholla untuk bersiap menjalankan sholat Isya berjamaah.
Namun, Said kaget ketika melihat ada cahaya merah tak jauh dari musholla.
“Saya langsung pulang untuk menyelamatkan keluarga. Alhamdulillah kami lepas dari musibah kebakaran ini,” ucapnya.
Dalam kejadian api dengan cepat membesar dan membakar rumah penduduk yang terbuat dari kayu.
Padatnya rumah penduduk di lokasi membuat kebakaran semakin membesar. Asap hitam terlihat membumbung tinggi karena ditiup angin yang cukup kencang.
Warga yang panik melihat kobaran api kemudian meminta pertolongan dengan menghubungi petugas pemadam kebakaran.
Tak lama berselang, puluhan unit mobil pemadam kebakaran berdatangan ke lokasi untuk memadamkan api.
Sekitar setengah jam kemudian, petugas pemadam kebakaran berhasil memadamkan api sepenuhnya. (fik/K-4)















