Banjarbaru, KP – Dua tokoh Rune Kalimantan Selatan Ir H Sukhrowardi MAP dan Dr Iqbal Firdaus mengaku kehilangan dengan meninggalnya ayahnda Prof H Ismed Ahmad, yang merupakan sosok intelektual politik pada, Jumat (25/08/2023) pagi.
Pasalnya, bapak satu anak ini, selain dikenal sosok yang idealis juga banyak kontribusi dalam pembangunan yang digagasnya dan cukup menjajikan. Namun sayang, tak semua pemikirannya bisa diwujudkan, salah satunya adalah gagasan yang dikawalnya selalu kandas seperti Perancang Jalur Kereta Api Trans Borneo yang dikenal BM EGA sampai kini belum bisa direalisasikan.
“Kita berharap nantinya pada IKN jalur kerata api dan jalur darat tran Borneo bisa tersambung, jangan sampai orang Kalsel mau ke Kalbar harus ke Jakarta dulu dan sebaliknya,’’ucap Inisitor Tokoh RUNe Ir H Sukhrowardi MAP kepada tulisnya pada pesan singkat whatshap yang diterima wartawan {{KP}}, di Banjarmasin, Jumat (25/08/2023).
Meskipun demikian, ujar Politisi Golkar ini, salah satu rintisan almarhum Prof H Ismed Ahmad, yang tak bisa dipungkiri adalah jalur Lingkar Selatan yang merupakan pemecah lalu lintas di Kalsel saat masuk kota Banjarmasin yang sampai sekarang masih dipakai dan sudah mulai padat penduduk, yang merupakan hasil study kerjasama dengan pemerintah pusat dan JICA Jepang.
“Inilah gagasan dam Ide beliau yang terus diperjuangankan, karena selain almarhum sosok yang idealis juga tak mulus saat hijrah mencoba dalam kareir hijrah ke dunia politik, karena saat mencalonkan Gubernur Kalsel pernah 8 hari menang setelah suara dari berbagai daerah masuk kala itu akhirnya pemenangnya adalah Bapak H Rudy Ariffin dan HM Rosehan,’’ucap pemerhati bumi Kalsel ini.
Begitu juga kenangan Dosen STIE Banjarmasin Dr Iqbal Firdaus, dia mengaku kenal baik dan dekat dengan Prof H Ismed Ahmad saat masih sama-sama bertugas dalam satu program Sasangga Banua, dimana memberdayakan UKM di Kalsel supaya menjadi tuan rumah di negeri sendiri.
Namun rupanya, program tersebut tak mudah untuk dijalankan meskupin akhirnya program dengan gati nama pemberdayaan UKM yang terus diperjuangan para Kepala Daerah sekarang mulai tumbuh dan berkembang dengan baik.
Meskipun pernah menjabat Sekretaris Daerah Kalsel, namun sosok almarhum merupakan pejabat yang konsisten dengan dunia pendidikan yang pernah dilakoninya yakni pertanian. Bahkan sebagai intellektual, almarhum tetap bekarya didunia pertanian.
Namun sebelum menghembuskan napasnya yang terakhir, kembali kenang anggota DPRD Kota Banjarmasin Ir H Sukhrowardi MAP, almarhum sempat mengarang sebuah buku tulisan dengan judul `Banua Selalu Tertinggal Jika Bukan Dipimpin Orang yang Tepat’.
Inna lilahi wa inna ilahi rajiun selamat jalan bapak Prof H Ismed Ahmad, semoga amal jariah ayahnda pada Banua menjadi ladang amal. Almarhum yang banyak jasa dan Pemda Kalsel memberikan penghargaan di Taman Makan Bahagia, Landasan Ulin Banjarmasin. (nau/K-3)















