Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
HEADLINE

Dialog 50 Tokoh Banua
Kalsel Mau “Ditenggelamkan” Pusat

×

Dialog 50 Tokoh Banua<br>Kalsel Mau “Ditenggelamkan” Pusat

Sebarkan artikel ini
1 3 klm dialog
DIALOG -Bersama 50 Tokoh Banua digelar Komunitas RUNe bekerjasama harian Kalimantan Post dan penerbit MMPro Jakarta serta segera meluncurkan Buku 100 Tokoh Banua dengan tajuk “Saatnya Intan Banua Berkilau di Indonesia” di RRI Banjarmasin, Jumat (24/8). (Ist)

Pemerintah pusat jangan tembang pilih dalam pembangunan

BANJARMASIN, KP – Selama ini Kalimantan Selatan (Kalsel) secara riil sepertinya “tidak dianggap” sebagai bagian dari Indonesia.

Kalimantan Post

Indikasi tersebut hingga sekarang Jalan Nasional kilometer 171 tak niat dari pemerintah pusat untuk melakukan perbaikan.

“Kita yang ada di Kalsel sepertinya mau ditenggelamkan”.

Seharusnya pemerintah pusat memperhatikan Jalan 171, karena penghubung Banjarmasin, Tanah Laut dengan Tanah Bumbu dan Kotabaru,” ujar salah satu dari 50 tokoh Banua di acara Program Sarasehan Tokoh Banua di RRI Banjarmasin, Jumat (4/8).

Seharusnya, lanjut Anang, pemerintah pusat jangan tembang pilih dalam pembangunan dan tak terpusat di Jakarta saja.

“Apalagi, Kalsel nantinya sebagai pintu gerbang ibu kota negara.

Perlu percepatan pembangunan dalam berbagai aspek,” ungkapnya.

Menurut Anang, dari segi Sumber Daya Manusia (SDM) bersaing dalam menghadapi IKN, asal diberi kesempatan yang sama.

Tokoh Banua lainnya, H Abd Haris Makkie dengan adanya IKM di Kalimantan Timur agar hutan yang tetap dipertahankan.

“Rencananya dipindahnya ibu kota ke Kaltim jangan sampai berimbas pembabatan hutan.

Ini sangat riskan, karena pulau Borneo merupakan salah satu paru-paru dunia,” ungkapnya.

Selain itu, lanjut dia, dengan ada IKN akan berdampak bertambahnya jumlah penduduk.

“Kita kan punya banyak lahan pertanian dan harus dipertahankan untuk menyuplai beras di IKN nanti.

Namun, dalam penggarapan pertanian tidak lagi konvensional melainkan modernisasi,” ungkap Haris.

Mantan Sekda Provinsi Kalsel ini menambahkan, jika pressure tersebut positif perlu dilakukan oleh 50 tokoh Banua dengan membawa konsep, dirinya yakin akan mendapat perhatian pemerintah pusat.

Sementara tokoh lainnya, Aftahuddin untuk logistik perdagangan biasanya didatangan dari Jawa.

“Sebanyak 70 persen suplai kebutuhan pokok berasal dari Jawa,” ujarnya.

Baca Juga :  Tercatat 814 Lubang Tambang di Kalsel tidak Direklamasi

Tokoh muda Sukrowardi menyoroti tentang SDM yang perlu pemerataan dengan di Jawa.

“Begitu juga pembangunan dilakukan secara merata,” tegasnya.

Diacara dialog dipandu Rofi Zardaida, Pengasuh Rubrik Al Banjari Kalimantan Post, juga hadir Habib Zakaria dan lain-lain.

Ada pun 50 Tokoh Banua menurut Komunitas RUNe bekerjasama dengan Kalimantan Post dan penerbit MMPro Jakarta segera meluncurkan Buku 100 Tokoh Banua dengan tajuk “Saatnya Intan Banua Berkilau di Indonesia”.

Berdasarkan abjad adalah

  • Abdul Haris Makkie Tokoh Masyarakat
  • Aditya Mufti Arifin Wali Kota Banjarbaru
  • Aftahudin Pengusaha
  • Ahmad Syahrani Seniman Madihin
  • Aida Muslimah Anggota DPR RI
  • Akhmad Khairuddin Rektor Universitas Muhammadiyah Banjarmasin

*Anang Rosadi

Aktivis/Tokoh Masyarakat

  • Anang Syakhfiani Bupati Tabalong
  • Anwar Hadimi Pengusaha
  • Arifin Noor Wakil Walikota Banjarmasin
  • Dese Yulianti Kasubdit Keamanan Keselamatan (Kamsel) Ditlantas Polda Kalsel
  • Dewi Damayanti Said Anggota DPRD Kalsel
  • Dino Sirajuddin Seniman/Pencipta Lagu
  • Fahrianoor Akademisi
  • Gusti Farid Hasan Aman Anggota DPD RI
  • Fathurrahman Ketua Dewan Kehormatan PWI Kalsel
  • Gt Khairul Saleh Anggota DPR RI
  • Habib Abdurrahman Bahasyim Anggota DPD RI
  • Habib Faturrahman Bahasyim Tokoh Masyarakat
  • Habib Zakaria Bahasyim Anggota DPD RI
  • Hasnuryadi sulaiman Anggota DPR RI
  • Heru Widodo Anggota DPR RI
  • Hilya Aulia Anggota DPRD Kota Banjarmasin
  • Ibnu Sina Walikota Banjarmasin
  • Ilham Maskuri Hamdi Tokoh Masyarakat/Agama

*Imam Abror

Pengusaha

  • Iqbal Firdaus Akademisi
  • Khairiadi Asa Seniman/pencipta Lagu Banjar
  • M. Hatta Pengusaha
  • Muhidin Wakil Gubernur Kalsel
  • Mujiburrahman Rektor UIN Antasari
  • Mukhlis maman Seniman/maestro kuriding
  • Muslimah Hayati Akademisi
  • Noorhalis Majid Aktivis/Penulis
  • Peter Lantu Seniman/Penyanyi
  • Mujiat Pj Bupati Barito Kuala
  • Rosehan NB Anggota DPRD Kalsel
  • Sahbirin Noor Gubernur Kalsel
  • Sandi Firly Sastrawan/Novelis
  • Setia Budhi Akademisi/Ethnographer
  • Shinta Laksmi Dewi Ketua Kadin Kalsel
  • Sukhrowardi Anggota DPRD Kota Banjarmasin
  • Supian HK Ketua DPRD Kalsel
  • Sutarto Hadi Akademisi
  • Syaifullah Tamliha Anggota DPR RI
  • Troy Satria Anggota DPRD Kalsel
  • Winardhi Sethiono Pengusaha Advertising
  • Yuni Abdi Nur Sulaiman Ketua DPD Golkar Kota Banjarmasin
Baca Juga :  Mahasiswa ULM Olah Jeruk Berlebih dan Sampah Desa

*Zairullah Azhar

Bupati Tanah Bumbu

  • Zulfadli Gazali Dirut Ambapers. (nau/K-2)
Iklan
Iklan