Iklan
Iklan
Iklan
HEADLINE

Empat Heli “bom” Enam Titik di Kalsel

×

Empat Heli “bom” Enam Titik di Kalsel

Sebarkan artikel ini
net PADAMKAN -Helikopter “water bombing” menjatuhkan bom air untuk memadamkan titik api

Persediaan air mulai berkurang akibat memasuki musim kemarau sehingga cukup sulit mengendalikan karhutla

BANJARBARU, KP – Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Kalimantan Selatan (BPBD Kalsel) mengerahkan empat unit helikopter “water

bombing” untuk memadamkan sebanyak enam titik kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kota Banjarbaru dan sekitarnya.

Karhutla melahap beberapa area yang cukup dikenal masyarakat setempat yakni wilayah Cempaka, Lapas Banjarbaru, Pengayuan, Guntung

Damar, Pandahan, dan Tambak Tarap.

“Kita kerahkan empat unit helikopter sekaligus untuk memadamkan area yang tidak bisa dijangkau satgas darat,” kata Kepala Bidang

Kedaruratan dan Logistik BPBD Kalsel Pormadi Dharma di Banjarbaru, Senin (14/8).

Sementara itu, Koordinator Relawan Satgas Karhutla BPBD Kalsel Mansyah menyebutkan titik api membesar sekitar pukul 15.00 Wita,

personel berpencar pada enam titik karhutla di Ibu Kota Kalsel tersebut.

“200 lebih personel gabungan berpencar untuk menanggulangi kebakaran hutan dan lahan di Kota Banjarbaru,” ujar Mansyah.

Dia mengungkapkan kobaran api diduga akibat aktivitas pembakaran lahan dan sisa bara api kemarin yang diperkirakan masih menyala di

bawah tanah lahan semi gambut tersebut.

Ia menuturkan api sempat mendekati permukiman warga, namun mampu dikendalikan berkat kesigapan para relawan di lokasi.

Sejak pukul 15.30 Wita para relawan silih berganti berpindah lokasi, hingga pukul 20.50 Wita personel masih berjibaku akibat karhutla

masih menyala di area Kota Banjarbaru.

Mansyah mengatakan pula luas karhutla masih tahap pendataan bidang terkait, namun dia memperkirakan karhutla melahap puluhan hektare

lahan di lokasi.

Lebih lanjut, pihaknya akan berkoordinasi dengan dinas kesehatan provinsi setempat terkait rekomendasi agar warga menggunakan masker

jika sewaktu-waktu dibutuhkan dalam kondisi tertentu.

Terlebih dalam kurun waktu dua bulan, Kota Banjarbaru kerap dilanda kabut asap akibat karhutla terjadi hampir setiap hari.

Baca Juga:  Gubernur Naik Matic, Sandi Uno Tak Ingin Jauh

Dia meminta warga tidak membuka lahan dengan cara membakar, terlebih persediaan air di Kalsel mulai berkurang akibat memasuki musim

kemarau sehingga cukup sulit mengendalikan karhutla. (ant/K-2)

Iklan
Iklan