Noorlatifah berpendapat untuk memperjuangkan kesetaraan perempuan harus berani tampil dalam menciptakan setiap perubahan
BANJARMASIN, KP – Kesetaraan gender sering disuarakan oleh berbagai kalangan terutama para aktivis dan politikus perempuan.
Persoalannya sekarang apakah persamaan hak antara perempuan dan pria itu sudah merata?
Menjawab pertanyaan tersebut anggota DPRD Kota Banjarmasin Noorlatifah menilai, masih terdapat kesenjangan peran gender.
Noorlatifah mengatakan, untuk memperjuangkan kesetaraan perempuan harus berani tampil dalam menciptakan setiap perubahan.
Hal itu dikatakannya menyambut dan memperingati HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke 78 kepada {KP} Selasa (15/8/2023).
Anggota dewan yang duduk di komisi II dari Fraksi Partai Golkar ini mengatakan, di tengah terus diperjuangkannya kesetaraan atau
gender perempuan juga berhak mendapatkan kesempatan yang sama seperti laki-laki.
” Tuntutan itu karena perempuan juga ingin memiliki akses dan kesempatan yang sama sesuai dengan kompetensinya. Termasuk bidang
politik maupun dalam profesi di dunia kerja,” ujarnya.
Ditandaskan politisi perempuan yang akrab disapa Lala ini, kesetaraan menjadi penting supaya baik laki-laki maupun perempuan dapat
menjalankan dirinya sebagai manusia secara utuh.
Ia menegaskan, antara pria dan perempuan seharusnya tidak ada ketimpangan yang membuat salah satu pihak merasa dirinya menjadi
inferior atau superior.
” Sebab baik perempuan dan pria adalah sama- sana manusia yang memiliki hak dan kewajiban serta kesempatan yang sama untuk bisa
saling dihargai. Keduanya juga berhak mendapatkan pendidikan yang sama serta memilih masa depannya,” kata Noorlatifah.
Ia melanjutkan, antara pria dan perempuan seharusnya tidak ada ketimpangan yang membuat salah satu pihak merasa dirinya memiliki
posisi lebih tinggi.
” Sebab baik perempuan dan pria adalah sama- sana manusia yang memiliki hak dan kewajiban serta kesempatan yang sama untuk merasa
saling dihargai. Keduanya juga berhak mendapatkan pendidikan yang sama serta memilih masa depannya,” kata Noorlatifah.
Noorlatifah mengakui. saat ini masih banyak persoalan perempuan yang harus diperjuangkan, baik berkaitan kesehatan, ketenagakerjaan,
pendidikan dan hak-hak lainnya agar sejajar dan mempunyai kedudukan sama dengan pria.
Ia menyadari, sebagai anggota dewan dan telah mengemban amanah adalah menjadi sebuah tantangan bagi dirinya dalam memperjuangkan
aspirasi sebagaimana harapan masyarakat, khususnya dari kalangan perempuan.
Terutama katanya memaparkan, dalam upaya peningkatan peran dan kualitas perempuan guna menuju perubahan untuk memenuhi hak-hak
seluruh warga negara baik di bidang ekonomi, sosial budaya, politik dan hukum agar perempuan dapat semakin berperan dalam setiap
pelaksanaan dan proses pembangunan.(nid/K-3)















