Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
HEADLINE

Sandiaga Uno Sebut Kalsel Bisa Lepas Tergantung Tambang Lewat Ekonomi Kreatif, Anang Syakhfiani Mampu Dongkrak IPM Tabalong

×

Sandiaga Uno Sebut Kalsel Bisa Lepas Tergantung Tambang Lewat Ekonomi Kreatif, Anang Syakhfiani Mampu Dongkrak IPM Tabalong

Sebarkan artikel ini
Para tokoh Banua yang hadir di Program Sarasehan Tokoh Banua yang disiarkan langsung melalui jaringan RRI. (kalimantanpost.com/Mau)

BANJARMASIN, kalimantanpost.com – Selama ini Kalimantan Selatan (Kalsel) mengandalkan hasil pertambangan. Namun, pendapatan asli daerah tak selamanya mengandalkan sumber daya alam, karena bisa habis.

“Mulai sekarang bisa dikembangkan untuk pendapatan daerah dari ekonomi kreatif,” papar Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Sandiaga Uno, Jumat (4/8/2023).

Menurut Sandiaga Uno yang dihubungi moderator Rofi Eka Zardaida di acara Program Sarasehan Tokoh Banua yang disiarkan langsung melalui jaringan RRI Pro 1 97,6 FM dan RRI Net pada pukul 09.00 Wita, Kalsel bisa melakukan itu.

Di Kalsel, lanjut dia, cukup banyak potensi yang bisa dikembangkan mengingat penduduk daerah ink 60 persen anak muda.

“Anak-anak muda punya terobosan dan inovatif dalam mengembangkan ekonomi kreatif,” tegasnya.

Saat ini kontribusi ekonomi kreatif pada perekonomian nasional semakin nyata. Nilai tambah yang dihasilkan ekonomi kreatif juga mengalami peningkatan setiap tahun.

Pertumbuhan sektor ekonomi kreatif sekitar 5,76 persen. Artinya berada di atas pertumbuhan sektor listrik, gas dan air bersih, pertambangan dan penggalian, pertanian, peternakan, kehutanan dan perikanan, jasa-jasa dan industri pengolahan.

Jadi, kata Sandiaga, kepemimpinan kedepannya perlu melakukan lompatan dari perekonomian yang sebelumnya mengandalkan sumberdaya alam dan pertanian, industri, teknologi informasi menjadi perekonomian yang digerakkan oleh industri kreatif.

Sementara itu, Bupati Tabalong, Anang Syakhfiani saat dihubungi moderator acara, Eka mrnceritakan punya pengalaman berharga selama dua periode memimpin daerahnya.

“Dulu Kabupaten Tabalong di indek Pembangunan Manusia (IPM) berada diperingkat 10 dari 13 Kabupaten/Kota se Kalsel. Padahal, daerah kami punya tambang minyak, gas batubara dan lain-lain, tapi kesejahteran dan IPM rendah,” paparnya.

Setelah dirinya menjadi bupati, lanjut Anang, pihaknya mencanangkan pembangunan dan meningkatkan SDM masyarakat hingga di tahun 2016 sudah bisa masuk tiga besar di bawah Banjarbaru dan Banjarmasin,” tegasnya.

Baca Juga:  Pansus I DPRD Kalsel Dorong Penerapan Sistem e-LKPj, Kaji Banding ke Biro Pemerintahan Jatim

Langkah yang dilakukannya dengan program menciptakan wira usaha baru dan terampil dan target 10.000 menjadi 14.000 lebih.

Lalu, pihaknya juga melakukan ekonomi kreatif termasuk di bidang pertanian hingga surplus.

“Alhadullah sekarang IPM kami menempati peringkat pertama. Kami juga tidak mengandalkan hasil pertambangan dan pertumbuhan ekonomi lebih baik dari tadinya hanya sekitar 3 persen menjadi 5-8 persen,” ungkapnya.

Selain itu, kata Anang, dirinya tak segan-segan turun ke lapangan dengan menghadiri musrebang tingkat kecamatan sejak tahun 2015.

“Sebenarnya untuk acara Musrebang cukup dihadiri camat, tapi saya langsung hadir di kecamatan. Ini supaya bisa mendengar aspirasi masyarakat,” paparnya membeberkan kunci keberhasilannya menjadi pemimpin.

Acara Program Sarasehan Tokoh Banua diprakarsai Kalimantan Post bekerjasama

yang dihadiri sebagian dari 50 tokoh Banua yang disiarkan langsung melalui jaringan RRI Pro 1 97,6 FM dan RRI Net pada pukul 09.00 Wita diantaranya
Abdul Haris Makkie, Aftahudin (pengusaha), Anang Rosadi
(Aktivis/Tokoh Masyarakat), Dese Yulianti (Kasubdit Keamanan Keselamatan
Ditlantas Polda Kalsel), Dino Sirajuddin (Seniman/Pencipta Lagu).

Lalu, Fahrianoor (Akademisi),
Fathurrahman (Ketua Dewan Kehormatan PWI Kalsel), Habib Abdurrahman Bahasyim (Anggota DPD RI), Habib Faturrahman Bahasyim
(Tokoh Masyarakat), Habib Zakaria Bahasyim (Anggota DPD RI), Hilya Aulia (Anggota DPRD Kota Banjarmasin),Iqbal Firdaus (Akademisi), Sukhrowardi (anggota DPRD Kota Banjarmasin) dan lain-lain.

Bila ingin tahu tentang sepak terjang dan aktivitas tokoh-tokoh Banua, Komunitas RUNe bekerjasama dengan Kalimantan Post dan penerbit MMPro Jakarta segera meluncurkan Buku 100 Tokoh Banua dengan tajuk “Saatnya Intan Banua Berkilau di Indonesia” di tahun 2024 mendatang. (Mau/KPO-3)

Iklan
Iklan