Banjarbaru, KP- Universitas Indonesia (UI) merilis 58 daftar Kabupaten Kota Paling Berkelanjutan di Indonesia melalui GreenCityMetric
Rankings. Dari daftar tersebut, Kota Banjarbaru tercatat dalam daftar 10 Kota Paling Berkelanjutan terbaik di Indonesia.
Kota Banjarbaru berhasil menduduki peringkat ke-7 dari total 58 Kabupaten Kota yang ada. Membuktikan Pemerintah Kota (Pemko)
Banjarbaru berperan secara aktif dalam mewujudkan kota yang lestari dan berkelanjutan sebagaimana kriteria dan indikator UI
GreenMetric.
Ketua UI GreenMetric Riri Fitri Sari, mengatakan setiap tim yang dibentuk masing-masing pemerintah Kabupaten Kota terpacu dalam
meningkatkan enam indikator utama penilaian.
“Enam indikator yang kita lihat dari masing-masing kabupaten kota ialah, penataan ruang dan infrastruktur, energi dan perubahan iklim,
tata kelola sampah dan limbah, tata kelola air, akses dan mobilitas, serta yang terakhir tata pamong atau governance,” ucapnya.
Disisi lain, Wakil Rektor Bidang Reset dan Inovasi UI, Nurtami, berharap dengan GreenCityMetric ini menjadi ajang bagi Pemerintah
Daerah untuk membantu ikut memecahkan masalah berkelanjutan baik di daerah dan indonesia.
“Saya ucapkan selamat atas pencapaiannya. Terus melakukan improvement, kami juga siap melakukan employment. Semoga pencapaian ini bisa
menginspirasi pemerintah di indonesia terutama pemerintah daerah agar terus mengusahakan upaya berkelanjutan di Indonesia,” tuturnya.
Sebagai informasi, UI GreenCityMetric merupakan pemeringkatan bagi kabupaten dan kota di Indonesia di bidang sustainability.
Pemeringkatan kota/kabupaten pertama di Indonesia ini dilandasi atas tiga pilar, yakni lingkungan hidup, ekonomi dan sosial.
Wali Kota Banjarbaru, Aditya Mufti Ariffin mengaku bersyukur atas diraihnya anugrah penghargaan dari kampus ternama di Indonesia
tersebut. Menurutnya keikutsertaan Banjarbaru dalam GreenCityMetric agar dapat mengetahui dan melihat lebih jauh isu-isu keberlanjutan
yang ada di Kota Berjuluk Idaman.
“Dari isu-isu inilah Pemko Banjarbaru menyusun program kerja prioritas. Dan Alhamdulillah, tahun 2023 ini kriteria dan indikator
penilaian UI berhasil kita penuhi. Artinya masalah tersebut telah berhasil kita tangani, meskipun saya yakin harus terus dimaksimalkan
lagi ke depannya,” ucap Aditya. (Dev/K-3)















