Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
HEADLINE

Waspada, 8.696 Kasus ISPA di Kalsel

×

Waspada, 8.696 Kasus ISPA di Kalsel

Sebarkan artikel ini

Daerah dengan kasus paling tinggi adalah HST dengan jumlah 2.070 kasus.

BANJARBARU, KP – Dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai menyasar kesehatan manusia.

Kabut asap yang disebabkan karhutla menjadi salah satu pemicu meningkatnya Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Saat ini tercatat kasus ISPA di Kalsel telah mencapai 8.696.

Karena itu masyarakat sudah sepatutnya waspada dengan ancaman tersebut tertutama bagi mereka yang tinggal di daerah langganan karhutla.

“Kami yang tinggal di daerah Banjarbaru sering terdampak kabut asap, terutama malam dan pagi hari.
Kami juga mulai mewaspadai dampak menghirup kabut asap, salah satunya dengan rutin menggunakan masker saat berada di luar rumah,” ujar Rahmah, salah satu warga Banjarbaru.

Banjarbaru menjadi kota paling rentan terjadi karhutla.

Luasan lahan dan hutan yang terbakar juga berada di urutan pertama dibanding kabupaten lainnya di Kalsel.

Dalam beberapa pekan ke belakang, kabut asap juga sering menyelimuti ibu kota provinsi Kalsel.

Pengayuan, Liang Anggang menjadi kecamatan paling kerap terjadi karhutla dan diselimuti kabut asap.

Kasus ISPA di Banjarbaru bisa dibilang tidak menjadi yang terparah meski dari kejadian karhutla daerah Ibukota Provinsi ini adalah yang terparah. Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalsel, Banjarbaru berada di urutan 6 kasus tertinggi ISPA dengan jumlah kasus 497.

Daerah dengan kasus paling tinggi adalah Hulu Sungai Tengah (HST) dengan jumlah 2.070 kasus.

Urutan kedua Kabupaten Balangan dengan jumlah 1.431 kasus, kemudian Kabupaten Hulu Sungai Utara dengan jumlah 1.171.

Diikuti Kabupaten Banjar 1.138 kasus.

Selanjutnya Banjarmasin sebanyak 979 kasus, lalu Kabupaten Tabalong dengan jumlah kasus 329 dan Tanah Laut sebanyak 282 kasus.

Kemudian Hulu Sungai Selatan sebanyak 231 kasus.

Baca Juga:  Mantan Pemain Timnas Belgia, Radja Nainggolan Main, Bhayangkara FC Petik Kemenangan

Kabupaten Tapin sebanyak 181 kasus dan Kotabaru sebanyak 176 kasus diikuti Tanah Bumbu 140 kasus.

Sementara Barito Kuala menjadi kabupaten paling rendah kasus ISPA dengan jumlah 71.

“Data ini dari laporan semua kabupaten/kota di Banua soal kasus ISPA. Kami tidak ada data rinci jenis-jenisnya, karena dari kab/kota data agregat/komulatif saja,” kata Sekretaris Dinkes Kalsel, Sukamto.(mns/K-2)

Iklan
Iklan