KERTAK HANYAR, Kalimantanpost.com – Warga Desa Tatah Belayung, Simpang Empat dan Pasar Kamis menyambut gembira dan sangat mendukung pemasangan pengembangan jaringan perpipaan untuk optimalisasi pelayanan di jalan Tatah Amuntai, Jalan Simpang Empat Penggalaman dan jalan Tembikar kanan oleh PT Air Minum Intan Banjar.
Kesepakatan itu disampaikan masyarakat saat diadakan sosialisasi yang disampaikan Direktur Utama PT Air Minum Intan Banjar (Perseroda), Syaiful Anwar didampingi Direktur Teknik Mahmud Mansyur ST, Direktur Umum Abdillah Saraji, SE, MM, Camat Kertak Hanyar, Gt M Noviar Hidayat SSTP, MSi, perwakilan Polsek Kertak Hanyar dan maupun Danramil berlangsung di Aula Kantor Camat Kertak Hanyar, Jumat (1/9/2023).
Hadir juga dalam sosialisasi tersebut Pembakal Pasar Kamis, Tatah Belayung, Simpang Empat, Ketua RT dan tokoh masyarakat maupun warga ketiga desa tersebut
Pembakal Pasar Kamis, Murhan dipertemuan mengatakan, masyarakat di tempatnya sangat mendukung adanya
pengembangan jaringan perpipaan untuk optimalisasi pelayanan di jalan Tatah Amuntai, jalan Simpang Empat Penggalaman dan jalan Tembikar kanan.
“Saya sebelumnya juga sudah melakukan sosialisasi ke masyarakat. Warga kami sangat mendukung pemasamgan pipa tersebut,” paparnya.
Bahkan, lanjut Murhan, warga pun tak mempermasalahkan bila ada pembongkaran paping blok maupun jalan lingkungan buat pemasamgan pipa.
“Pembongkaran ini kan sifatnya sementara dan nantinya akan dipasang kembali sama persis seperti semula,” ucapnya.
Ditambahkan Murhan, apabila pipa dan booster sudah terpasang, berarti masyarakat di tempatnya bisa menikmati kemudahan mengalirnya air.
Diungkapkannya, selama ini airnya mengalir di tempatnya terkadang siang hari dan setelah mati dan baru malam hari jalan.
“Kalau pipanya sudah terpasang, berarti air akan mengalir lancar di tempat kami,” tegasnya.
Senada diungkapkan tokoh masyarakat lainnya, Rudiannor. Pihaknya bersama warga akan membantu dan mengawal PDAM Intan Banjar dalam pemasangan pipa tersebut.
“Masyarakat sangat berharap dipasang pipa baru agar nantinya air bisa mengalir dengan lancar. Malah kami bersyukur dengan pemasangan pipa PDAM, ini demi masyarakat di tempat kami jua,” ujarnya.
Salah seorang warga lainnya menceritakan, di tempatnya, di Tatah Belayung RT 7 masih tidak dialiri air leding.
“Pipa leding mengalir hanya sampai RT 6 dan di tempat kami RT 7 tak sampak. Kami berharap dengan adanya pemasangan pipa baru ini, ditempatnya juga bisa dialir pipa leding,” paparnya
Warga itu menambahkan di Tatah Belayung RT 7, jumlah warganya ada sekitar 50 KK yang tinggal disana.
Direktur Utama PT Air Minum Intan Banjar, Syaiful Anwar mengatakan pihaknya sangat berterima kasih atas kesedian pembakal, ketua RT, tokoh masyarakat dan warga yang dengan suka rela bila ada pembongkaran sementara di halaman rumah, jalan maupun paping blok di kompleks perumahan yang dilalui pemasangan pipa.
“Ini akan mempermudah kami mengerjakannya. Rencananya pembongkaran dan pemasangan pipa hanya berlangsung sekitar 45 hari saja,” ucapnya.
Ditambahkan Syaiful, jalan yang dibongkar tersebut, bila sudah selesai nantinya akan langsung ditutup kembali sama persis dengan aslinya.
Dijelaskannya, rencananya pengadaan dan pemasangan jaringan pipa distribusi dengan diameter 160 mm sepanjang 2.500 dari Jalan Tatah Amuntai Permai sampai jalan Simpang Penggalaman. Kemudian kanan menuju Terbikar kanan.
“Juga ada pembangunan booster di Tatah Belayung baru dan sudah mulai pekerjaan pipa di Pasar Kamis dengan diameter 160 mm panjang 2.500,” ucapnya.
Ditambahkan Syaiful, apabila pemasangan pipa sudah selesai, pihaknya juga bisa mengayomi 50 KK warga Tatah Belayung RT 7 untuk dipasang pipanya
Dikesempatan itu, Direktur Utama PDAM Intan Banjar tersebut juga mengungkapkan saat ini air baku sangat krisis.
“Apabila pukul 13.00 Wita, air yang berada di Sungai Tabuk tinggal sekilan. Barulah pukul 15.00 Wita sungainya pasang,” jelasnya.
“Jadi, bukan hanya Tatah Belayung dan Tembikar kesulitan air, tapi menyeluruh hingga ke kota,” ucapnya.
Syaiful mengungkapkan, untuk produk air tetap normal, 350 liter per detik. “Orang berebut mengalirkan air, sehingga ada tak mengalir,” tegasnya.
Jumlah pelanggan PDAM Intan Banjar mencapai 108.000 tersebar di Banjarbaru dan Kabupaten Banjar.
Mengingat saat ini memasuki musim kemarau, agar masyarakat hemat menggunakan air. “Air juga disimpan dalam bak maupun tandon, untuk mengatasi hal- yang diinginkan,” pesannya. (Mau/KPO-3)















