Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Kalteng

Puncak Peringatan HKJS, RSJ Kalawa Atei Gelar Talkshow

×

Puncak Peringatan HKJS, RSJ Kalawa Atei Gelar Talkshow

Sebarkan artikel ini
15 Talkshow
DAPAT SOUVENIR - Peserta dan narasumber Talkshow dapat souvenir.(KP/istimewa)

Palangka Raya, KP – Untuk memeriahkan acara puncak peringatan Hari Kesehatan Jiwa Sedunia (HKJS) ke-29, Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Kalawa Atei menggelar serangkaian kegiatan, salah satunya dengan menggelar Talkshow dengan tema “Mental Health is a Universal Human Right”.

Kegiatan ini diselenggarakan pada acara Customer Gathering, Selasa (10/10), di Palangka Raya dan disiarkan secara live melalui Instagram resmi RSJ Kalawa Atei.

Kalimantan Post

Talkshow menghadirkan narasumber dari RSJ Kalawa Atei yakni Psikiater Frida Ayu Nur Hayati dan Psikolog Resiqita Vadika yang dimoderatori oleh Lewi Martha Furi.

Dalam paparannya, Frida Ayu menyampaikan beberapa tanda-tanda sederhana yang kerap kali muncul jika kesehatan mental seseorang terganggu.

“Tubuh dirancang oleh Tuhan terkoneksi zat kimiawi otak dengan perilaku sehingga dapat menjadi warning sign atau lampu kuning bagi kondisi psikologis tidak oke dan kondisi mental tidak oke. Adapun yang pertama adalah gangguan tidur, misalnya sudah mengantuk namun tidak bisa tidur, tidur tanpa hambatan namun bangun lebih awal dari biasanya,”
ujarnya.

Kedua, lanjutnya, tidak selera makan, padahal makan merupakan sesuatu yang menyenangkan di samping kebutuhan.

“Hal ini juga sinyal bahwa psikologis kita sedang tidak baik-baik saja dan yang ketiga adalah penurunan performa kerja, ada target tetapi mundur, dan sulit berkonsentrasi,” lanjutnya.

Frida Ayu mengajak agar masyarakat dapat aware terhadap kesehatan mental orang lain. Misalnya dengan Psychological First Aid (PFA) dimana istilah ini merupakan serangkaian yang diberikan guna membantu menguatkan mental seseorang yang mengalami krisis.

“Psychological First Aid (PFA) atau dukungan psikologis awal, ini semacam P3K dari sisi psikologis. Prinsipnya ada 3 yakni look, listen dan link. Dimana look kita hadir tanpa berkomentar, tanpa respon sudah dapat memberi dukungan. Lalu yang kedua listen, cukup dengarkan saja, tidak adu nasib dengarkan tanpa komentar verbal sudah cukup terapeutik.

Baca Juga :  Gubernur Agustiar Sabran Minta Pers Kawal Program Pembangunan di Tahun 2026

Lalu yang terakhir link jika memerlukan tenaga ahli, silakan hubungkan dengan psikolog atau psikiater terdekat,” tutupnya.

Sementara itu, menurut Resqita, ada fakta menarik manusia umumnya menghabiskan waktu ratusan jam di tempat kerja. Lingkungan kerja yang sehat mental bagi seluruh civitasnya merupakan hal yang sangat penting.

Idealnya, dalam suatu organisasi hendaknya memiliki seseorang yang dikhususkan (hotline) yang bertugas sebagai pendengar sehingga jika sewaktu-waktu ada yang bermasalah segera mencari hotlinenya. Sebab, ketidakadaan pendengar akan sangat mengganggu.

Dikemukakan, terkadang kita memiliki banyak teman, namun tidak semuanya bisa menjadi orang yang dapat dipercaya, dapat diandalkan dan merespon dengan baik serta tidak semuanya memiliki keterampilan empatik.

“Dengan adanya hotline tersebut diharapkan dapat mendeteksi hal-hal yang tidak diinginkan secara dini sehingga tidak mengalami penurunan kerja,” ungkapnya.

Bagi masyarakat yang ingin mendapatkan pengetahuan terkait tema di atas, dapat menyaksikan siaran ulangnya pada instagram @rsj.kalawaatei.(drt/K-10)

Iklan
Iklan