Banjarbaru, KalimantanPost.com – Potensi bencana longsor dan banjir bisa terjadi di Kalsel.
Karena itu, alat peringatan diri atau early warning sistem (EWS) telah beroperasi di beberapa daerah atau titik.
Kabid Kesiapsiagaan dan Pencegahan BPBD Kalsel, Bambang Dedi Mulyadi, menyatakan EWS telah dicek dan sudah berfungsi.
“Selain memaksimalkan EWS kami juga telah membentuk desa tanggap bencana di daerah-daerah rawan bencana,” kata Bambang.
EWS di Provinsi Kalsel sudah lama terpasang. Beberapa waktu belakang juga dilakukan penambahan berlokasi di titik yang dianggap rawan bencana.
Seperti di Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Tengah, Banjar dan kabupaten lainnya.
“Kami sudah melakukan pengecekan EWS ini di beberapa kabupaten, kemarin,” sahut Ariansyah, Kasubbid Kesiapsiagaan BPBD Kalsel.
Tujuan pengecekan ini agar memastikan alat pendeteksi dini bencana berfungsi normal.
“Jadi kami harapkan masyarakat juga terlibat dalam memelihara alat deteksi dini bencana,” paparnya.
EWS berfungsi untuk memberitahukan akan timbulnya kejadian alam, dapat berupa bencana maupun tanda-tanda alam lainnya.
Peringatan dini pada masyarakat atas bencana merupakan tindakan memberikan informasi dengan bahasa yang mudah dicerna oleh masyarakat
Adapun lokasi penempatan alat deteksi dini atau EWS ini, tersebar di seluruh Kalimantan Selatan dengan 35 unit.
Yakni 32 desa di 10 kabupaten. 2 unit di Hulu Sungai Tengah, Tabalong dan Balangan. 4 unit di Kabupaten Banjar. Kemudian 3 unit EWS di Hulu Sungai Utara dan Kotabaru.
Lima unit di Tapin, 1 di Hulu Sungai Selatan, 6 di Tanah Bumbu.
Sementara, Tanah Laut menjadi kabpaten paling banyak dipasang EWS. Yakni 7 unit.(mns/K-2)















