Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
HEADLINE

BNPB Kalsel Libatkan Penyandang Disabilitas dalam Pelatihan Relawan Pencegahan dan Mitigasi Bencana

×

BNPB Kalsel Libatkan Penyandang Disabilitas dalam Pelatihan Relawan Pencegahan dan Mitigasi Bencana

Sebarkan artikel ini
Peserta pelatihan peningkatan kesiapan menghadapi bencana yang diselenggarakan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Selatan. (Kalimantanpost.com/Repro BPBD Kalsel)

BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – Penyandang disabilitas dilibatkan Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Selatan dalam menyelenggarakan pelatihan yang berfokus pada peningkatan kesiapan menghadapi bencana.

Dalam kolaborasi dengan organisasi penyandang disabilitas setempat, BPBD menyelenggarakan pelatihan yang berfokus pada peningkatan kesiapan menghadapi bencana.

Metode pembelajaran yang terintegrasi, mencakup materi teoritis, standar operasional, dan praktek langsung, menjadi landasan pelatihan ini. Peserta dilibatkan dalam pengenalan sirine peringatan, taktik respons, dan identifikasi kerawanan bencana yang spesifik untuk Kalimantan Selatan.

Kepala BPBD Provinsi Kalimantan Selatan, R . Suria Fadliansyah, SPd, MPd, Senin (13/11/2023) menyatakan pelatihan ini bukan hanya investasi jangka pendek, tetapi juga upaya berkelanjutan dalam meminimalkan dampak kerugian materi dan korban jiwa akibat bencana.

Keikutsertaan organisasi penyandang disabilitas dalam inisiatif ini menambah dimensi inklusifitas, mengakui kalau setiap individu, termasuk penyandang disabilitas, dapat menjadi agen perubahan dalam pencegahan bencana.

Muhammad Fahmi Azhari, S. Ag, peserta dari Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI), menggarisbawahi urgensi pelatihan ini. Fahmi menyatakan bahwa penyandang disabilitas, terutama yang memiliki keterbatasan sensorik dan psikologis, sering kali terlupakan dalam rencana penanganan bencana. Dengan antusias, Fahmi dan rekan-rekannya menyatakan kesiapannya untuk berkolaborasi dengan BNPB Provinsi Kalimantan Selatan, menjadikan kesetaraan dalam kesiapsiagaan bencana sebagai tujuan bersama.

Pelatihan ini menjadi tonggak penting dalam menghadapi tantangan bencana, sambil merangkul diversitas dan memastikan bahwa tidak ada kelompok yang terpinggirkan.(Nau/KPO-1)

Iklan
Baca Juga:  Hantarkan Ekspor Komoditas Pertanian Senilai Rp 868,82 M
Iklan