Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Hukum & Peristiwa

Orang Utan Berkeliaran Masuk Kebun, Petani di Sampit Waswas

×

Orang Utan Berkeliaran Masuk Kebun, Petani di Sampit Waswas

Sebarkan artikel ini
IMG 20231109 WA0006
Tangkapan layar - Rangkaian foto saat seekor orang utan berukuran besar masuk ke kebun warga di Jalan Jenderal Sudirman km 15 Sampit belum lama ini. (Kalimantanpost.com/Antara)

SAMPIT, Kalimantanpost.com – Petani di Jalan Jenderal Sudirman kilometer 15 Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah waswas, karena sudah dua hari orang utan berkeliaran masuk ke areal kebun warga.

“Kami sudah sampaikan dan berharap BKSDA segera menindaklanjuti masalah ini,” kata Shindu, salah seorang petani setempat, Rabu (8/11/2023).

Kalimantan Post

Saat ini di kawasan itu terdapat sekitar 108 hektare lahan pertanian yang dikelola kelompok tani. Mereka menanam kelapa sawit dan padi.

Penanaman dilakukan dengan sistem bandep atau bergotong royong. Saat ini sudah ada sekitar 30 hektare yang sudah siap dan ditanami.

Langkah para petani ini untuk meningkatkan pendapatan keluarga. Selain itu, upaya tersebut perlu didukung pemerintah karena turut membantu upaya ketahanan pangan.

Munculnya orang utan berukuran besar kini membuat waswas petani setempat. Apalagi satwa langka dengan nama lain “pongo pygmaeus” itu pernah merusak tanaman milik petani dengan mencabut dan memakannya.

Petani berharap pemerintah, khusus Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) menindaklanjuti dengan menangkap dan mengevakuasi orang utan itu. Tujuannya agar orang utan tidak lagi merusak tanaman petani dan orang utan itu bisa direlokasi ke habitatnya yang lebih aman dan banyak cadangan makanan.

Untuk membantu petugas, petani sudah mendokumentasikan dengan video saat kemunculan orang utan. Petani juga sudah mendata titik-titik di mana orang utan tersebut sering terlihat muncul.

“Mungkin di sekitar itu dulunya habitatnya, tapi karena mulai berkurang, akhirnya orang utan masuk ke kebun warga untuk mencari makan. Ini harus disikapi. Mudah-mudahan BKSDA segera turun tangan,” harap Shindu.

Sementara itu BKSDA Pos Sampit belum bisa dimintai komentar terkait masalah ini. Namun biasanya, penyelamatan orang utan akan dilakukan oleh tim rescue dari kantor BKSDA di Pangkalan Bun Kabupaten Kotawaringin Barat. (Ant/KPO-3)

Baca Juga :  Polsek Bati-Bati Amankan Tiga Pemuda dalam Operasi Pengamanan Malam Idul Fitri

Iklan
Iklan