Banjarmasin, KalimantanPost.com – Hingga saat ini, Provinsi Kalimantan Selatan masih mengandalkan sektor pertambangan sebagai produk andalan perdagangan luar negeri. Bahkan, sumbangan sektor pertambangan untuk daerah mencapai 85-90 persen.
Meskipun begitu, Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan Dinas Perdagangan Kalsel, Muhammad Syarief menilai peluang ekspor lainnya di luar sektor pertambangan dianggap masih cukup besar untuk digenjot dan ditingkatkan.
“Misalnya saja produk kelapa sawit dan turunannya, produk kayu, rotan, perikanan, dan produk lainnya, termasuk rempah-rempah, barang kerajinan dari batu, keramik, perhiasan dan furniture,” ungkapnya, kemarin.
Syarief juga menjelaskan, pada sektor UMKM dan ekonomi kreatif juga bisa diandalkan, contohnya kain sasirangan yang dikombinasi menjadi produk fashion, seperti menjadi aneka tas dan perhiasan dari batu alam yang dikombinasi menjadi perhiasan berupa bros, anting, kalung serta aksesoris lainnya.
“Sektor-sektor usaha seperti itu peluangnya cukup terbuka dan sangat potensial untuk lebih ditingkatkan lagi,” ujarnya.
Lebih jauh, lanjut Syarief, Pemprov Kalsel juga terus berupaya bersinergi dengan Dinas Koperasi UKM, Dinas Kelautan dan Perikanan, Dinas Pertanian dan
ketahanan Pangan, Pariwisata dan dinas pendukung lainnya untuk berkolaborasi menjadikan produk-produk UMKM Kalsel potensial menembus pasar ekspor.
“Persentasinya untuk sektor-sektor tersebut diharapkan bisa lebih dari 5 persen,” imbuhnya.
Syarif menambahkan, Pemprov Kalsel selalu mendukung produk-produk UMKM agar dapat meningkatkan kualitasnya dan mampu menembus pasar ekspor secara berkelanjutan.
“Rencananya pada tahun 2024 nanti Dinas Perdagangan Provinsi Kalsel juga akan melaksanakan misi dagang nasional dan internasional dalam upaya memfasilitasi pemasaran kawan-kawan UMKM Kalsel,” tuntasnya. (Opq/K-1)














