Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Barito KualaKabar Banua

Target Realisasi Lumbung Pangan Jadi Tantangan Batola

×

Target Realisasi Lumbung Pangan Jadi Tantangan Batola

Sebarkan artikel ini
Hal 2 Marabahan 4 klm 4
Pj BUPATI BATOLA - Mujiyat memaparkan hasil pembangunan dan tantangan pembangunan kedepan pada Jumpa Pers di Aula pemkab Batola Senin (11/12). (KP/Agung)

Marabahan, KalimantanPost.com – Pj Bupati Batola Mujiyat dalam Jumpa Pers mengatakan ada empat persoalan penting membangun kabupaten Barito Kuala pertama program lumbung pangan nasional yang di target terealisasi tahun 2024 menjadi tantangan kabupaten Barito Kuala.

Dijelaskan Mujiyat, untuk Kalimantan Selatan, Batola diminta mempersiapkan dengan mengoptimalkan lahan pertanian 90.000 hektar. ” Saat ini sudah ada 70.000 hektar, masih kurang 20.000 hektar, untuk merealisasikan target kita harus persiapkan dengan sungguh- sungguh,” jelas Mujiyat saat jumpa pers di Aula pemkab Batola, Senin (11/12) yang dihadiri, sekdakab batola, kepala dinas dan forkopimda, organisasi masyarakat, organisasi pemuda dan insan media, baik cetak, elektronik dan media online.

Kalimantan Post

Persoalan kedua, juga menjadi perhatian yaitu program penurunan stunting.

Pemerintah telah menargetkan pada tahun 2024 mendatang, angka Stunting harus 14 persen. “Kita patut bersyukur dengan kerja yang maksimal, saat ini kita pada titik aman dengan angka 10 persen,” ucapnya.

Sedangkan persoalan ketiga, sebut Mujiyat, yakni menangani kemiskinan ekstrim. Beberapa cara penanganan kemiskinan ekstrim dengan mengembangkan UMKM di desa-desa, serta program bedah rumah
baik melalui bantuan pusat, provinsi, maupun kabupaten.

“Tahun depan 2024 ada banyak rumah yang akan dibedah. Dari pusat melalui kementrian PUPR menggelontorkan dana sebesar Rp 5 miliar, Pemrpov Kalsel membedah 205 rumah, dan Pemkab Batola 200 rumah,” ungkapnya.

Masih banyaknya infrastruktur jalan, jembatan yang saat ini masih banyak yang rusak di batola menjadi persoalan yang ke empat atau terakhir. Dibutuhkan ke uletan mencari anggaran baik di tingkat provinsi dan pusat. “Butuh kesungguhan untuk membangun infastruktur, karena kalau mengandalkan APBD atau PAD tidak mungkin mampu, kita harus loby sana, loby sini, katena dengan infrastruktur yang baik roda perekonomian masyarakat menjadi lebih lancar,” pungkasnya. (ang/K-6)

Iklan
Iklan