Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
AdvertorialKabar BanuaTabalong

Terkait Pencegahan DBD, Anang Jadi Narasumber di Seminar FNM Society

×

Terkait Pencegahan DBD, Anang Jadi Narasumber di Seminar FNM Society

Sebarkan artikel ini
Hal 4 Tabalong Adv 3 klm 2
PROF Dr dr Nila F Moeloek SpM. (KP/Rosadi)

Tanjung, KP – Bupati Tabalong Dr Drs H Anang Syakhfiani MSi didaulat menjadi narasumber pada seminar bertajuk Peran Masyarakat dalam Perlindungan Keluarga Terhadap Ancaman Dengue yang diselenggarakan oleh Farid Nila Moeloek (FNM) Society, Rabu (17/1) di Hotel Manhattan Jakarta.

Bupati Anang men-sharing Peluang dan Tantangan Pemberdayaan Masyarakat di Kabupaten Tabalong terkait penggerakan dan pemberdayaan masyarakat dalam pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) hingga daerah ini dinyatakan berhasil secara nasional.

Kalimantan Post

“Tabalong, Provinsi Kalimantan Selatan berada di daerah perbatasan Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur. Diapit oleh dua provinsi yang angka DBD-nya tinggi. Namun alhamdulillah kami ternyata berhasil menanggulanginya,” kata Bupati dua periode (2014-2019 dan 2019-2024) ini mengawali paparannya.

Dijelaskannya, keberhasilan yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Tabalong berangkat dari pengalaman yang buruk pada awal ia menjabat sebagai Bupati Tabalong di tahun 2014. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan usia harapan hidup masyarakat ketika itu masih sangat rendah, termasuk di dalamnya masih menghadapi masalah DBD.

IPM Kabupaten Tabalong selalu berada di urutan kesembilan dan kesepuluh dari 13 kabupaten dan kota di Kalsel. Sedangkan usia harapan hidup berada pada kisaran 68-69 tahun atau berada pada peringkat kesebelas. Demikian angka kematian karena DBD masih terjadi.

“Kami membuat program untuk meningkatkan IPM, termasuk di dalamnya berkonsen untuk mengatasi masalah DBD. Hasilnya mulai pada tahun 2016 IPM terus meningkat sampai sekarang, bahkan telah menjadi peringkat pertama dari seluruh kabupaten yang ada di Kalsel. Usia harapan hidup telah menembus 74,62 tahun (peringkat tiga di Kalsel) dan masalah DBD sejak 2017 hingga saat ini nol kematian,” kata Anang.

Hal yang dilakukan Pemkab Tabalong guna mengatasi masalah DBD adalah melalui inovasi penanggulangan, kolaborasi dan sinergitas. Pengendalian dan pencegahan DBD tidak bisa dilakukan sendiri, melainkan melibatkan banyak pihak mulai dari DPRD, OPD, Camat, Lurah, Kepala Desa, organisasi sosial kemasyarakatan hingga pihak perusahaan swasta.

Baca Juga :  Tabalong SMaRT Command Center Diresmikan

Pemkab membuat Surat Edaran Bupati Tabalong tentang Pelaksanaan Pemberantasan Sarang Nyamuk, Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik dan Lomba Kawasan Bebas Jentik. Dinas Kesehatan dan Puskesmas membuat inovasi terkait pencegahan DBD berupa Gerakan Sapu Aja (Sepuluh menit abatisasi aedes) DBD, Gerakan Berantas (Geber) DBD, Gesit (Gerakan 1 Rumah 1 Sismantik), Kain Batik (Kader Aktif Informasikan Bebas Jentik), Makan Paliat (Mari Budayakan Peduli Lingkungan Sehat), Aplikasi My Dinkes. (ros/rel/K-6)

Iklan
Iklan