Pemilu Memprihatinkan, Komunitas Majelis Taklim Bicara

JAKARTA, Kalimantanpost.com – Dinamika politik di Indonesia sepanjang masa Pemilu 2024 tidak luput dari pantauan kaum perempuan penggiat kegiatan Majelis Taklim. Meski selama ini partisipasi perempuan terhadap dunia politik dinilai rendah, namun demi kedamaian dan pelajaran moral bagi generasi, Komunitas Majelis Taklim yang tergabung dalam Harakah Majelis Taklim (HMT) Jakarta merasa perlu untuk bicara dan bersikap tegas.

Ketua Harakah Majelis Taklim (HMT), Ustadzah Nurhayati menyampaikan Pemilu kali ini sangat jauh berbeda dari Pemilu sebelumnya. Selain marak pelanggaran legalitas, aturan dan etika, juga diwarnai dengan hoax, fitnah, inrimidasi, pemaksaan serta ketidakjujuran.

“Kami khawatir bangsa kita sedang krisis akhlak, mengingat hampir setiap hari anak, remaja dan keluarga disuguhi berita tentang suasana kompetisi Pemilu yang mulai tidak sehat. Melalui gawai dan media televisi, mereka dengan mudah terakses dengan bahasa sarkasme yang ironisnya juga keluar dari lisan para calon pemimpin bangsa,” jelas Nurhayati pada acara
“Seruan Moral Majelis Taklim Indonesia untuk Pemilu Jujur, Adil, Bermartabat dan Damai” pada Rabu lalu di sebuah Panti Asuhan yang berlokasi di Jakarta Selatan.

Acara yang dihadiri perwakilan 200 Pimpinan dan Tokoh Majelis Taklim yang juga diikuti ribuan anggota melalui koneksi virtual tersebut menyerukan 6 pernyataan sikap HMT yaitu antara lain : Meminta pemerintah pusat, daerah maupun desa untuk menjaga netralitas dan tidak menggunakan jabatan dan kewenangannya untuk berpihak pada figur dan pasangan calon yang berkontestasi.

Berita Lainnya
1 dari 3,085

Meminta KPU dan Bawaslu menjalankan tanggung jawabnya dengan amanah sebagai penyelenggara Pemilu yang berintegritas dan bermartabat dengan menjunjung tinggi kejujuran, keadilan demi Pemilu yang Luber – Langsung, Umum, Bebas & Rahasia.

Meminta para capres, cawapres dan calon legislatif untuk menjaga martabat kepemimpinan dengan tidak terlibat kampanye hitam, penyabaran hoax dan fitnah, ujaran kebencian serta menjunjung akhlakul karimah dengan karakter Shiddiq (Jujur), Amanah (dapat dipercaya), Fathonah (cerdas dan mencerdaskan) dan Tabligh (komunikatif dalam menyampaikan visi misi dan amanah).

Lebih lanjut Nurhayati juga menitipkan pesan kepada seluruh perempuan penggiat Majelis Taklim diseluruh Indonesia untuk berpartisipasi aktif dalam menjaga diri, anak dan keluarga selama masa Pemilu ini dengan cara menyaring informasi agar tidak terprovokasi, menolak money politics dan segala bentuk rasuah yang dilakukan oknum politisi curang serta berani dalam menentukan sikap politik sesuai hati Nurani. (rof/KPO-3)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
Berita Menarik Lainnya

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya