Iklan
Iklan
Iklan
BanjarmasinTRI BANJAR

Atasi Kerawanan Ramadhan, Walikota Minta Satpol PP Intensifkan Patroli

×

Atasi Kerawanan Ramadhan, Walikota Minta Satpol PP Intensifkan Patroli

Sebarkan artikel ini
KETERANGAN- Guna menjaga keamanan dan kekhusyuan bulan Ramadhan, Walikota Banjarmasin meminta Satpol PP semakin mengintensifkan patroli bersama, baik diwaktu siang dan malam. (KP/Mardianto)

Kapolres sudah mengambil tindakan tegas agar bulan Ramadhan ini tak ternodai dengan tindakan yang anarkis dan tindak kejahatan

BANJARMASIN, KP – Demi menjaga keamanan dan kekhusyuan bulan Ramadhan, Walikota Banjarmasin meminta Satpol PP semakin mengintensifkan patroli bersama, baik diwaktu siang dan malam.

Android

Untuk patroli rutin, Satpol PP bersama Aparat Kepolisian mengerahkan 30 unit kendaraan dalam rangka memantau dan menjaga keamanan kota terutama wilayah-wilayah yang dianggap rawan.

Menurut Ibnu Sina, Situasi keamanan Kota Banjarmasin yang aman dan kondusif, jangan sampai ternodai aksi anarkistis, destruktif hingga aksi kejahatan.

Bahkan, Ibnu Sina bersama Forkompinda menggunakan istilah menghajar siapa saja agar supaya ini menjadi contoh bagi yang lain serta menunjukkan Pemko dan Aparat Keamanan hadir ditengah masyarakat.

“Pak Kapolres sudah mengambil tindakan tegas dalam satu pekan terakhir, kalo bahasanya kita hajar semua agar bulan Ramadhan ini tak ternodai dengan tindakan yang anarkis dan tindak kejahatan lain” kata Ibnu Sina.

Sementara, Kepala Satpol PP Kota Banjarmasin, Achnad Muzaiyin mengatakan sesuai intruksi Forkompinda, Satpol PP secara maksimal menjaga keamanan dan kondusivitas Kota Banjarmasin.

Satpol PP bersama personil Polisi dan TNI rutin melakukan patroli siang dan malam hari.

“Untuk patroli kita mengerahkan 9 hingga 10 orang personil, pada siang hari kita melakukan pengawasan perda Ramadhan dan pada malam hari kita berpatroli bersama antisipasi kerawanan di Kota Banjarmasin” kata Achmad Muzaiyin.

Sementara, untuk penegakan Perda Ramadhan, Satpol PP sudah melakukan penindakan terutama untuk warung makan yang buka pada siang hari dan melayani makan di tempat.

“Para pelanggar akan kita bawa ke sidang yustisi, tidak lagi diberikan toleransi atau peringatan” tutup Achmad Muzaiyin. (mar/K-3)

Iklan
Baca Juga:  RT dan RW Diminta Aktif Awasi Pendatang Baru
Iklan