Iklan
Iklan
Iklan
OPINI PUBLIK

Puncak Keberkahan Bulan Ramadhan

×

Puncak Keberkahan Bulan Ramadhan

Sebarkan artikel ini

Oleh: David Rizky Saputra
( Mahasiswa Universitas Islam Madinah )

Hari demi hari telah berlalu, 20 hari dari bulan yang berkah ini telah lewat dengan begitu cepatnya, akan datang puncak keberkahan bulan ramadhan yaitu di 10 hari terakhirnya.

Android

Semua orang memiliki waktu dalam seharinya 24 jam, tetapi tidak semua orang bisa memanfaatkan waktu yang dia miliki itu dengan sebaik mungkin.

Dalam menjaga waktu ini seperti pemisalan seorang pedagang, tentu dalam hari itu dia pasti akan menghitung apakah dia rugi hari ini ataukah untung, maka seperti itulah hendaknya seorang muslim untuk memperhatikan setiap waktu yang dia miliki, bagaimana memanfaatkannya dengan sebaik mungkin tanpa terlewat begitu saja tanpa adanya manfaat yang dia ambil.

Jangan sampai kita tertipu sebagaimana Rasulullah ﷺ bersabda,

نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ ، الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ

Artinya : ”Ada dua kenikmatan yang banyak manusia tertipu, yaitu nikmat sehat dan waktu senggang”. [HR. Bukhari no. 6412, dari Ibnu ‘Abbas]

Maka kita lihat pada diri kita, kita hisab diri kita ini di 10 hari pertama bulan ramadhan, lalu di 10 hari kedua di bulan ramadhan, apakah kita sudah memanfaatkan waktu dengan sebaik mungkin? Ataukah kita menjadi orang yang merugi, tidak memanfaatkan waktu yang berkah ini dengan baik.

Maka dari itu hendak seorang muslim bersemangat lagi dengan sungguh-sungguh untuk menjadikan 10 hari terakhir ini lebih baik dari hari-hari yang telah lalu.

Di 10 hari terakhir bulan ramadhan lebih baik lagi dari hari sebelumnya, semua hari dari bulan ramadhan baik dan berkah, tetapi di 10 hari terakhirnya adalah puncak keberkahannya, dan lebih baik daripada 1.000 bulan yaitu ketika Lailatul Qadr seorang yang beribadah di dalamnya lebih baik daripada 83 tahun 3 bulan hanya dalam 1 malam saja. Dari maghrib sampai terbitnya fajr (subuh).

Baca Juga:  Membangun Komunikasi Politik Dengan Sosial Media

Kita tidak akan tahu apakah kita akan bertemu lagi dengan bulan ramadhan ataukah tidak, maka niatkan ikhlas dalam hati kita untuk bersungguh-sungguh dari waktu yang tersisa ini, terkadang kita tertipu dengan kalimat “nanti” ketika ingin beramal tetapi dengan “nanti” dan akhirnya ke besoknya dan seterusnya hingga tidak melakukannya. Allahu musta’an

Allah ta’ala mengutamakan hari ini dari pada hari yang lain, kita lihat bagaimana Rasulullah ﷺ ketika memasuki 10 hari terakhir dari bulan ramadhan.

Dari Ummul Mu’minin ‘Aisyah Radhiyallahu ‘anha, ia berkata,

كَانَ رَسُولُ اَللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – إِذَا دَخَلَ اَلْعَشْرُ -أَيْ: اَلْعَشْرُ اَلْأَخِيرُ مِنْ رَمَضَانَ- شَدَّ مِئْزَرَهُ, وَأَحْيَا لَيْلَهُ, وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ –

Artinya : “Rasulullah ﷺ biasa ketika memasuki sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan, beliau kencangkan sarungnya, menghidupkan malam-malam tersebut dengan ibadah, dan membangunkan keluarganya untuk beribadah.” (HR. Bukhari, no. 2024 dan Muslim, no. 1174).

Maksudnya adalah dengan bersungguh-sungguh dalam beribadah, dalam shalat, baca Al Qur’an, berdzikir kepada Allah Ta’ala dengan menghidupan malam itu dengan Ikhlas karena Allah Ta’ala dan sesuai dengan sunnah Rasulullah ﷺ dengan mendekatkan diri kepada Allah ta’ala.

Ibnu umar Radhiyallahu anhu berkata,

إِذَا أَمْسَيْتَ فَلَا تَنْتَظِرِ الصَّبَاحَ، وَإِذَا أَصْبَحْتَ فَلَا تَنْتَظِرِ المَسَاءَ. وَخُذْ مِنْ صِحَّتِكَ لِمَرَضِكَ، وَمِنْ حَيَاتِكَ لِمَوْتِكَ

Artinya : “Jika kamu memasuki sore hari, maka jangan menunggu pagi hari. Jika kamu memasuki pagi hari, maka jangan menunggu sore hari. Manfaatkanlah sehatmu sebelum sakitmu, dan hidupmu sebelum matimu.” [HR. Bukhari, no. 6416]

Waktu akan terus berjalan detik demi detik menit demi menit jam demi jam akan terus berjalan, maka perlu kita harus perhatikan lagi atas waktu yang berlalu apakah bermanfaat untuk kita ataukah tidak? Dan itu adalah bentuk kebaikan keislamanan seseorang dia meninggalkan apa yang tidak bermanfaat baginya.

Baca Juga:  Penghapusan Premium dari Energi Hijau

Rasulullah ﷺ bersabda,

مِنْ حُسْنِ إِسْلاَمِ المَرْءِ تَرْكُهُ مَا لاَ يَعْنِيْهِ

Artinya : “Di antara kebaikan islam seseorang adalah meninggalkan hal yang tidak bermanfaat.” [HR. Tirmidzi, no. 2317; Ibnu Majah, no. 3976. Syaikh Al-Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih].

Maka dari itu jangan sampai kita tersibukkan dengan hal-hal yang tidak bermanfaat untuk kita, di waktu penghujung ini dari bulan yang berkah kita manfaat sebaik mungkin yang hanya 10 hari saja kita maksimalkan dengan sebaik-baiknya dengan ibadah-ibadah, shalat malamnya, baca Al Qur’annya, berdzikirnya, berdoa, dan bertaubat kepada Allah ta’ala.

Nabi ﷺ , beliau bersabda,

مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Artinya : “Barangsiapa melaksanakan shalat pada malam lailatul qadar karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” [HR. Bukhari, no. 1901]

Semoga Allah ta’ala mudahkan kita untuk beribadah dari penghujung bulan yang berkah ini dengan semaksimal mungkin, dan semoga Allah mengampuni dosa-dosa kita ketika kita keluar dari bulan ramadhan ini, dan menerima amal shalih kita. Aamiin Ya Rabb

Madinah Al Munawwarah, 19 Ramadhan 1445 H / 29 Maret 2024

Iklan
Iklan