Iklan
Iklan
Iklan
HUKUM & PERISTIWA

Begini Kronologis Pelaku Penusukan Hingga Tewasnya Kakak Ipar

×

Begini Kronologis Pelaku Penusukan Hingga Tewasnya Kakak Ipar

Sebarkan artikel ini
Kasat Kasat Reskrim Polresta Banjarmasin, Kompol Thomas Afrian menunjukkan barang barang bukti dalam kasus pembunuhan kakak ipar, Kamis (25/4/2025). (Kalimantanpost.com/yuli)

BANJARMASIN, Kalimantanpost.com –
Kekejaman pelaku untuk menghabisi kakak korban tergolong rapi. Usai menusuk korban dengan 38 mata luka,
pria dengan menggenakan kaca mata ini membersihkan darah yang ada di rumah korban. Selanjutnya pelaku membungkus jasad korban dengan kasur dan menyimpannya di kamar depan.

Bahkan setelah shalat Magrib, suami korban datang dan menanyakan keberadaan istrinya dan dijawab oleh pelaku korban sedang keluar.

“Saat itu suami korban pun mencoba menghubungi istrinya, namun handphonenya tidak aktif,” kata Kasat Kasat Reskrim Polresta Banjarmasin, Kompol Thomas Afrian, Kamis (25/4/2025).

Mengetahui keberadaan sang isteri tidak ada, terlebih lagi handponenya tidak bisa d hubungi membuat suami korban pun nampak kebingungan.

“Lalu pelaku memberi tahu ke kakaknya, kalau korban mengalami kecelakaan di kawasan Jalan A Yani Km 6. Lantas kakaknya pun langsung ke lokasi tersebut, namun juga tidak menemukan keberadaan istrinya,” jelasnya.

Untuk melancarkan aksinya, tersangka membuang jenazah, kembali pelaku memberi tahu kakaknya, kalau korban sudah berada di RS Idaman Banjarbaru. Lalu ia pun kembali mengecek kesana, namun juga tidak menemukan istrinya.

Ini dilakukan pelaku untuk mengalihkan atau menjauhkan keberadaan kakaknya agar bisa menjauh dari rumah tersebut.

“Sehingga pelaku mempunyai kesempatan untuk membawa atau mengeluarkan jasad korban dari rumah tersebut,” jelas Thomas.

Merasa aman , pelaku membawa jasad korban keluar dari rumah, sekira pukul 02.00 Wita dan langsung membawanya dengan mobil rentalan.

“Jasad korban dibawa ke Kintap, lalu membuangnya di semak-semak, hingga akhirnya jasad korban ditemukan,” kata Kasat.

Dari hasil pemeriksaan, aksi untuk menghabisi nyawa kakak iparnya ini sudah direncanakan oleh pelaku dari sebelumnya.

“Karena dari BAP sendiri, pelaku sudah mempersiapkan semuanya, jadi tidak semerta-merta terjadi begitu saja,” kata Thomas.

Baca Juga:  Binmas Polda dan Polresta Bergerak ke Pasar dan Pertokoan

Nekat menghabisi sang kakak ipar, pelaku merasa sakit hati karena dilarang oleh korban menginap dirumah tersebut.
Terlebih lagi, korban pun berbicara dengan pelaku, agar tidak usah lagi menginap dirumah tersebut, dan membuat pelaku sakit hati, dan melakukan aksinya tersebut

“Pelaku ini kalau ke Banjarmasin boleh saja kalau ingin mampir, tapi tidak usah menginap. Karena selama pelaku ini menginap disana, korban dan suaminya sering kali bertengkar karena pelaku,” tambahnya.(yul/KPO-3)

Iklan
Iklan