Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Opini

PERJALANAN MANUSIA

×

PERJALANAN MANUSIA

Sebarkan artikel ini

Oleh : H AHDIAT GAZALI RAHMAN

Asal kata jalan, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) berarti prasarana yang digunakan masyarakat untuk melintas, baik dengan menggunakan kendaraan ataupun dengan cara lainnya. Ditambah awalan “per” dan akhiran “an” menjadi kata kerja, atau pekerjaan manusia. Sebagaimana diketahui, perjalanan manusia dalam dunia hanya menempuh beberapa tahun, menurut hadis, Nabi Muhmmad SAW bersabda, “Usia umatku berkisar antara 60 hingga 70 tahun. Sedikit sekali di antara mereka yang melebihi usia tersebut”. (Muhammad ibn al Musayyab ibn Ishaq).

Kalimantan Post

Jadi perjalanan manusia, adalah prasana yang digunakan manusia selama 60 atau 70 tahun dalam rangka menuju ke tempat tujuan. Islam mengatakan tempat yang dituju manusia itu hanya dua, sebagaimana Al Qur’an, “Kami juga telah menunjukkan kepadanya dua jalan (kebajikan dan kejahatan)”. (QS. Al Balad : 10). Kebaikan maka akan mengarahkan manusia kepada surga dan kejahatan akan mengarah kepada siksa neraka.

Manusia apapun statusnya, jabatannya, bagaimanapun kedudukan tak pernah lepas dari dua jalan itu, yakni kebaikan dan keburukan, kebenaran dan kebatilan, melalui fitrah, akal dan petunjuk lain, bagaimana manusia menyikapi perbuatan yang sekaligus menjadi jalannya, apakah membawa kepada kebaikan atau keburukan sangat tergantung manusia itu dalam rangka menggunakan akal, pikiran, petunjuk lewat pengetahuan dan agama yang digunakan. Apakah semua dikerjakan berdasarkan pemahaman agama akal yang sehat, budaya yang berkembang aturan yang berlaku atau hanya melewati nafsu semata. Semua keinginan dan pekerjaan hanya perpatokan pada nafsu semata, pertimbangan aturan, budaya, dan agama hanya simbol semata tak pernah diperhatikan. Maka dapat dikatakan manusia telah menempuh jalan kejahatan yang akan menghasilkan siksa neraka, dan berlaku sebaliknya, seorang manusia yang sebelum melaksanakan pekerjaan terlebih menilai, memikirkan apa yang dilaksanakan pertentangan dengan agama, peraturan dan budaya bangsa. Jika itu berten tangan, maka dia tidak akan melakukan. Namun jika sejalan, maka dengan senang hati dia akan melakukannya. Manusia seperti telah membangun perjalanan ke arah kebaikan, maka akan mendapatkan pahala dan akan masuk dalam surganya Allah SWT.

Baca Juga :  Dari Generasi Habibie ke LPDP 2.0: Menjaga Amanah,Mendorong Pertumbuhan 8 Persen

Ada pekerjaan yang mengarahkan kepada kebaikan itu, antara lain : a. Memberikan harta, uang, atau makanan yang dimiliki kepada orang yang membutuhkan; b. Memberi makan hewan dan menyirami tumbuhan; c. Bertegur sapa dengan ramah kepada orang yang dikenal; d. Menghormati sesama manusia, terutama yang berusia lebih tua; e. Berkata dengan sopan, dan menghindari perkataan kasar; f. Membantu pekerjaan orang tua; g. Menolong orang yang sedang kesusahan; h. Mengamalkan ilmu kepada orang lain; i. Selalu bersyukur di setiap keadaan; j. Selalu menjaga kebersihan tempat tinggal dan di manapun berada.

Itulah beberapa contoh perbuatan baik sesuai ajaran agama Islam. Yang biasa dijadikan jalan menuju surganya Allah SWT. Masih banyak perbuatan baik yang dapat dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari sebagai jalan manusia dalam rangka melakukan perjalanannya menuju kehidupan lainya yakni di akhirat kelak apakah menuju surqa atau neraka. Agar perbuatan baik yang dilakukan dapat bernilai ibadah dan mendapatkan pahala, sebaiknya lakukan dengan ikhlas dan tulus semata-mata karena Allah SWT.

Iklan
Iklan