Iklan
Iklan
Iklan
OLAHRAGA

Strategi Profesional Seorang Eric Thohir Kunci Keberhasilan Timnas Sepakbola Indonesia

×

Strategi Profesional Seorang Eric Thohir Kunci Keberhasilan Timnas Sepakbola Indonesia

Sebarkan artikel ini
Aminsyah. (Kalimantanpost.com/Repro pribadi)

BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – Di era kepemimpinan Erick Thohir dan pelatih Shin Tae-yong, prestasi membanggakan ditoreh tim nasional Indonesia di berbagai event sepak bola internasional.

Untuk pertama kalinya Timnas Indonesia lolos ke babak 16 besar Piala Asia 2023 Qatar, yang digelar Januari 2024 lalu.

Lalu, di Piala Asia U-23, Timnas Indonesia bikin sensasi menembus ke semifinal dan tinggal selangkah lagi meraih tiket ke Olimpiade 2024 di Paris Perancis.

Begitu juga di Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia, timnas senior juga tinggal satu langkah melaju ke putaran ketiga. Timnas hanya membutuhkan satu kali kemenangan dari dua pertandingan sisa untuk mengukir sejarah lolos ke putaran selanjutnya.

Keberhasilan timnas Indonesia yang menoreh berbagai prestasi ini tak lepas gaya flamboyan Eric Tohir di PSSI dengan gerakan senyapnya.

“Kunci yang ditampilkan adalah jitu, diantaranya strategi manajemen PSSI, terkunci di pelatih yang kuat cendrung diberi hak imun dan hak veto melatih secara profesional,” kata pemerhati sepakbola asal Banjarmasin, Aminsyah.

Ditambahkannya, Erick jelas memberi kekuatan lobi ke klub-klub Eropa ternama untuk merekrut pemain keturunan Indonesia.

Empat pemain Indonesia yang berkiprah di Eropa dan Jepang sebenarnya tak mendapat izin bermain karena Piala Asia U-23 bukan kalander FIFA, berkat lobi Erick Thohir bisa bermain untuk Garuda Muda seperti Justin Hubner Cerezo Osaka Jepang, Nathan Tjoe A-on di klub Heerenveen Belanda, Ivar Jenner di klub Eredivise Utrecht dan Rafael Struick di klub Eerste Divisie ADO Den Haag Belanda.

Erick Thohir dan pelatih Shin Tae-yong tahu keempat pemain ini merupkan roh kekuatan timnas Indonesia, sehingga dengan kekuatan lobi Menteri BUMN RI ini, keempatnya bisa tampil.

Baca Juga:  H Bambang Heri PurnamaKeinginan memimpin KONI Kalsel Merupakan panggilan jiwa

Di sisi lain, kata Amin, pandainya membaca perimbangan pemain Indonesia asli yang layak, bukan karena rekomendasi dari pelatih klub tapi merupakan kajian manajemen pelatih Shin Tae-yong.

“Lalu, kontestasi FIFA dalam peringkat Indonesia bukan ditujukan pada penaikkan peringkat tapi daya dukung kemampuan bermain bola secara profesional,” ujar Kepala SMPN 6 Banjarmasin ini.

Di sisi lain, kata dia, keberhasilan timnas Indonesia selama ini karena kemampuan dalam mengawinkan permainan gaya liga Eropa dengan liga dalam negeri.

“Sekarang juga membuat pelatih dalam negeri menyadari sendiri kekuatan berguru, melatih bertahan dan menyerang cukup belajar dengan Timnas di bawah pelatih Shin Tae-yong,” ucap Amin.

Terpenting, jelas dia, sangat minim komentar setelah event dan kompetesi, namun sarat bukti, sehingga setiap komentar Shin Tae-yong dan Erick Thohir selalu kerendahan hati pemain, tapi mental penggempur yang dikuatkan

Selain itu, jelas Amin, Manajemen step target untuk kejuaraan setiap event selalu rasional, bukan kemulukan.

“Dukungan penonton tetap dijadikan momentum terbaik untuk mengawal pertandingan jadi bagian yang tak terpisahkan,” tandasnya.

Amin berharap seluruh masyarakat Indonesia timnas Indonesia U-23 bisa menang melawan Uzbekistan dalam pertandingan semifinal Piala Asia U-23, Senin (29/4) sehingga lolos ke final. Ini juga secara otomatis menjadi wakil Asia di Olimpiade di Paris, Perancis pada 26 Juli hingga 11 Agustus 2024. (ful/KPO-3)

Iklan
Iklan