Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Barito UtaraKALTENG

Barito Utara Juara Pertama Lomba Vokal Grup Lagu Daerah se Kalteng

×

Barito Utara Juara Pertama Lomba Vokal Grup Lagu Daerah se Kalteng

Sebarkan artikel ini
Salah satu penampilan vokal grup. (Kalimantanpost.com/drt)

PALANGKA RAYA, Kalimantanpost.com – Kabupaten Barito Utara tampil sebagai juara pertama kategori putra dan putri lomba vokal grup lagu daerah di halaman GOR Indoor Serbaguna Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Senin (20/5/2024) sore.

Juara kedua kategori putera. di Festival Budaya Isen Mulang (FBIM) 2024 diraih Kabupaten Barito Selatan dan juata ketiga ditempati Kota Palangka Raya.

Lalu, juara harapan pertama oleh Kabupaten Pulang Pisau, harapan kedua disabet Kabupaten Murung Raya, dan juara harapan ketiga oleh Kabupaten Kotawaringin Barat.

Untuk kategori grup vokal puteri juara kedua Kabupaten Barito Selatan, juara ketiga direbut Kabupaten Murung Raya. Lalu, harapan pertama oleh Kota Palangka Raya, harapan kedua Kabupaten Pulang Pisau, dan juara harapan ketiga oleh Kabupaten Kapuas.

Kegiatan lomba lagu daerah ini bertujuan sebagai bentuk pelestarian dan penghargaan akan kekayaan lagu-lagu daerah Kalimantan Tengah sebagai bagian yang tak terpisahkan dari warisan budaya yang harus dijunjung tinggi dari generasi ke generasi berikutnya.

Adapun ketentuan dalam lomba Lagu Daerah ini, yakni menyanyikan satu lagu wajib dengan judul “Kuta Mandehan” dan satu lagu pilihan yang telah ditentukan dalam lomba lagu daerah ini. Untuk pembagian kategori untuk vokal grup yaitu vokal grup putera dan vokal grup putri.

Kepala Bidang Kesenian, Tradisi, dan Warisan Budaya Sussy Asty mewakili Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kalteng mengungkapkan lomba ini memberikan kesempatan, baik kepada musisi ataupun seniman untuk mengekspresikan dan memperkenalkan potensinya.

Dikemukakannya, lomba lagu daerah merupakan salah satu lomba dari Festival Budaya Isen Mulang yang memberikan kesempatan, tentu saja wadah, ruang yang seluas-luasnya kepada musisi Kalteng, seniman untuk mengekspresikan kemampuan, vokal, dan musik berbahasa daerah serta memperkenalkan potensi seni suara dan seni lagu di daerah Kalteng.

Baca Juga:  Bupati Buka Rakor Sosialisasi Pembebasan Tanah Masyarakat

Sussy menekankan Festival Budaya ini merupakan upaya bersama dalam melestarikan nilai seni budaya agar terus berkembang.

Ferry Antonio Tarung, Jakataru David Embang, dan Tri Wahyono dipercayakan sebagai juri yang memiliki keahlian dan pengalaman yang mumpuni untuk menilai penampilan para peserta dengan kompeten.

Jakataru menyatakan maksud dilaksanakannya lomba ini sebagai bentuk apresiasi kepada pencipta lagu daerah, dimana saat ini kebanyakan platform musik sangat jarang memutarkan atau bahkan menyiarkan lagu-lagu daerah.

“Yang pasti ini sebagai bentuk pelestarian untuk lagu-lagu pop daerah atau lagu daerah, dimana kita tahu sekarang sangat jarang atau beberapa platform saja yang menyiarkan atau memutar lagu-lagu daerah, dan ini juga sebagai bentuk apresiasi yang luar biasa untuk para pencipta lagu daerah,” ucapnya.

Menurut Ferry, kriteria penilaian peserta lomba secara keseluruhan dinilai dari segi suara, vokal, aransemen, identitas daerah masing-masing peserta, kekompakan para peserta, hingga keserasian antar aransemen dan lagu aslinya.

Jakataru pun berharap lagu daerah semakin banyak, terutama anak-anak muda agar dapat menciptakan suatu lagu daerah terlebih lagi di jaman digital saat ini yang mempermudah akses untuk recording ataupun upload. (drt/KPO-3)

Iklan
Iklan