Kandangan, KP – Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) ikut mengintervensi upaya penanganan stunting dan kemiskinan ekstrim, melalui kerja sama dengan Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) terkait pembenahan air minum dan sanitasi.
Total yang berkontrak sebanyak 29 KSM atau KKM dari 29 desa. Sebanyak 14 desa untuk pembenahan masalah sanitasi, 11 desa untuk air minum, dan 18 desa untuk program Gebrak Sehati dalam upaya penurunan angka kemiskinan ekstrim.
Penjabat (Pj) Bupati HSS Hermansyah, menyaksikan penandatanganan komitmen bersama antara pejabat pembuat komitmen (PPK) Kegiatan Gebrak Sehati, DAK Air Minum, dan DAK Sanitasi, dengan para KSM, Rabu (22/5/2024) di Aula Dinas PUTR Kabupaten HSS.
Kepala Dinas PUTR Kabupaten HSS Teddy Soetedjo mengatakan, langkah tersebut bertujuan memperbaiki infrastruktur sanitasi dan sistem penyediaan air bersih.
“Meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya sanitasi dan kebersihan, serta mengurangi risiko penyakit yang disebabkan oleh air, dan lingkungan yang tidak sehat,” terangnya.
Program dilaksanakan dengan DAK dan APBD 2024, yang dilaksanakan secara swakelola oleh masyarakat dengan nilai pekerjaan total sebesar Rp 13.848.816.722.
Pj Bupati HSS Hermansyah mengucapkan apresiasi, atas langkah intervensi dari Dinas PUTR sebagai bentuk perhatian dan keinginan untuk menyejahterakan masyarakat.
Ia berharap, penandatanganan bukan sekadar seremonial, namun menjadi salah satu upaya sungguh-sungguh untuk ikut bersama meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
“Angka stunting kita masih 18 persen, target kita menuntaskannya di akhir tahun 2024 ini. Dan untuk angka kemiskinan ekstrim di tahun ini bisa menjadi 0 persen,” terang Pj Bupati HSS.
Hermansyah berharap, dengan adanya intervensi ini bisa mengurangi angka stunting, kemiskinan ekstrim dan juga agar kesehatan masyarakat semakin meningkat. (tor/K-6)















