Iklan
Iklan
Iklan
KALTENGPalangka Raya

Gas Full Demi Ilmu, Di FKM Bank Indonesia

×

Gas Full Demi Ilmu, Di FKM Bank Indonesia

Sebarkan artikel ini
Kegiatan awak media baik cetak, elektronik dan online, yang tergabung dalam wadah Forum Komunikasi Media (FKM) Bank Indonesia Perwakilan Kalteng. (Kalimantapost.com/darity)

YOGYAKARTA, Kalimantanpost.com – “Gas full”, demi ilmu menulis. Itulah yang terasa di agenda hari pertama oleh 29 awak media baik cetak, elektronik dan online, yang tergabung dalam wadah Forum Komunikasi Media (FKM) Bank Indonesia Perwakilan Kalteng.

Peserta pelatihan diminta bagaimana pewarta melaksanakan penulisan warta ekonomi yang akurat dan menarik, sehingga menarik dibaca masyarakat dan mampu menambah literasinya mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Diawal acara terlihat wajah peserta cukup ceria dan bersemangat, bahkan saat keberangkatan di Bandara Tjilik Riwut, Palangka Raya sehari sebelumnya untuk mengikuti pembukaan kegiatan, dan materi pertama dari Kompas Institut.

Salah satu peserta bernama Redy Tumon mengaku, meski tiga materi dihari pertama itu diberikan pemateri, ia tetap semangat mengikutinya, meski tak ada jeda, atau rehat mulai jam 08.00 hingga jam 14.00.

“Ya, demi menambah ilmu, kita tetap semangat, sebab pengetahuan dan informasi terus berkembang, yang perlu terus kita ikuti” ujarnya.

Tampak paling depan duduk sejumlah wartawan senior dan Pj.Ketua PWI Kalteng M.Zainal, Sekretaris PWI Kalteng Ika Leluno, Tantawi, Dhani dan lainnya.

Kegiatan yang di mulai sejak tanggal 1 – 4 Mei itu dibuka secara langsung Kepala Bank Indonesia Taufik Saleh di hari Kamis (2/5) di Hotel Santika Jalan Jendral Sudirman, Yogyakarta didampingi pemateri utama dari Kompas Institut.

Menurut Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kalteng Taufik Saleh, melalui agenda itu, rekan-rekan wartawan bisa berkunjung di Yogyakarta untuk meningkatkan kapasitas diri agar pengalaman ke destinasi wisata ini, bisa juga menjadi contoh untuk mengeksplor wisata Kalteng.

“Karena Yogyakarta banyak tempat wisata yg menarik, seperti Pantai Parang Tritis, keraton. Gunung lainnya” ujar Taufik, termasuk UMKMnya.

Baca Juga:  OTT ANGGOTA DEWAN TAK PERLU DI UBER-UBER

“Melalui kegiatan ini, rekan-rekan media bisa mengeksplor kekayaan wisata di kota dengan ciri khas “Kota Gudeg ini” ujar Taufik Sakeh. Sehingga nantinya bagaimana wartawan bisa membuat berita mengenai pariwisata, UMKM apa saja yang perlu dibenahi dan ditingkatkan untuk Kota Palangka Raya khususnya dan umumnya Kalimantan Tengah.

Harapannya ke depan pariwisata Kota Palangka Raya, dan Kalteng bisa meningkat dengan beragam destinasi wisatanya, tambahnya.

Adapun tiga materi di hari pertama itu dijajal sejumlah awak media pada sesi 1, pengenalan tugas dan fungsi BI dan Komunikasi Kebijakan Moneter Bank Indonesia, disampaikan oleh Kepala Divisi Relasi Media Masa dan Opinion Maker dari Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Syachman Perdymer.

Sesi kedua bagaimana
Penulisan Warta Ekonomi dan Pemahaman Narasi Data dan Grafik oleh Wakil Redaktur Pelaksana Harian Kompas dan Direktur Kompas Institue, Andreas Maryoto. Bagian terpenting materi yang diberikan, untuk bahan berita wartawan tidak lagi sesuai maunya menampilkan berita.

Tetapi menggunakan rumus ATM atau amati, teliti dan menulis sesuai keinginan pembaca, atau pemirsa. Menampilkan berita ringkas, lugas, mudah dipahami, tidak melulu menampilkan angka atau grafik ekonomi.

Di sesi ketiga bagaimana teknik pengambilan foto yang baik dan menarik oleh Arie Kontributor Kalteng Pos. Materi ketiga ini cukup mendapat perhatian peserta pelatihan, diselingi pertanyaan yang terus bertubi-tubi awak media, sekaligus mempraktekkannya.

Memfoto obyek harus fokus, dan diusahakan tidak menggunakan zoom, sebab menghasilkan foto yang pecah saat di cetak di media cetak. Usai selesai materi ini, semua merasa senang, bisa istrihat dan makan siang, karena perut sempat kosong.
(darity hildan/Kalimantanpost.com)

Iklan
Iklan