Iklan
Iklan
Iklan
OLAHRAGA

Indonesia Versus Guinea, Saatnya Ulang Sejarah ke Olimpiade Paris 2024

×

Indonesia Versus Guinea, Saatnya Ulang Sejarah ke Olimpiade Paris 2024

Sebarkan artikel ini
Pemain Timnas Indonesia saat melaksanakan latihan di Paris Perancis gunakan menghadapi Guinea di play off Olimpiade yang digelar di Lapangan INF Clairefontaine, Perancis, Kamis (9/5/2024), pukul 20.00 WIB. (Kalimantanpost.com/Laman PSSI)

PARIS, Kalimantanpost.com – Saat ini tim nasional sepakbola U-23 ingin mengulang sejarah kali kedua untuk berlaga ke Olimpiade Paris 2024. Kans berlaga di event tersebut sangat terbuka mengingat Indonesia akan bertarung memperebutkan satu tiket ke Olimpiade Paris melawan peringkat empat Afirika, Guinea yang digelar di Lapangan INF Clairefontaine, Perancis, Kamis (9/5/2024), pukul 20.00 WIB.

Apabila mampu menundukkan Guinea, Garuda Muda mampu mengulang prestasi seniornya, saat mengukir sejarah tampil di Olimpiade Melbourne, Australia tahun 1956.

Bahkan, tim Merah Putih saat itu yang diperkuat oleh Maulwi Saelan, Endang Witarsa, Thio Him Tjiang, Ramlan, dan Rusli Ramang dalam pertandingan perempatfinal yang berlangsung di Stadion Olympic Park, Melbourne, Australia, 29 November 1956 mampu menahan imbang Uni Soviet, yang diisi sekaliber pemain kelas dunia ternama, semisal Lev Yashin, Igor Netto, Eduard Streltsov, dan Valentin Ivanov dengan skor 0-0.

Namun, waktu itu tidak ada istilah adu penalti untuk menentukan pemenang sehingga dilakukan pertandingan ulang. Skuat Garuda akhirnya ditaklukkan Uni Soviet dengan skor telak 0-4 dalam laga ulangan dua hari kemudian, tepatnya pada 1 Desember 1956.

Penampilan Timnas Indonesia di Olimpiade Melbourne 1956 menjadi catatan harum bagi sejarah persepakbolaan Tanah Air di bawah asuhan Toni Pogacnik dan diharapkan akan terulang kembali di era modern sekarang ini.

Namun, Garuda Muda dalam pertandingan melawan peringkat empat Afrika ini tak diunggulkan mengingat secara materi pemain dan peringkat Indonesia kalah dengan Guinea.

Guinea diperkuat 16 pemain abroad, yang berkiprah di Eropa dan dua tampil di negara Afrika lainnya. Menghadapi Indonesia, Guinea bahkan menambah kekuatan baru dengan mendatangkan mantan pemain Barcelona dan sekarang membela Getafe Spanyol, Ilaix Moriba (21), Saidou Sow (21) dari klub Strasbourg, Perancis, Facinet Conte membela klub SC Bastia Perancis, Ibrahim Diakite (20) FC Stade Lausanne Ouchy Swiss dan Aguibou Camara dari Olympiacos Liga 1 Yunani.

Baca Juga:  IPSI Kalsel gelar Kejurprov Pencak Silat

Supaya bisa meraih tiket ke Olimpiade, pelatih Timnas senior Guinea kali ini, Kaba Diawara yang mantan pemain PSG dan Arsenal itupun turun gunung melatih Timnas U-23 saat melawan Indonesia.

Selain materi pemain, dari sisi peringkat, Guinea saat ini menempati posisi 76 FIFA per April 2024 dan lebih baik dibanding Indonesia yang hanya 134 dunia.

Walau pun secara materi pemain dan peringkat Indonesia kalah, bukan berarti dalam pertandingan nanti Indonesia bakal dengan mudah ditaklukkan Guinea.

Berkaca dari pengalaman senior di Olimpiade tahun 1956 dengan menahan imbang Uni Soviet yang bertabur pemain hebat bakal menjadi inspirasi buat Witan Sulaiman dan kawan-kawan.

Apalagi beberapa pemain Indonesia juga ada yang bermain di Liga Eropa, seperti
Nathan Tjoe A-on yang bermain di klub Heerenveen Belanda, Ivar Jenner di Utrecht, Belanda, Rafael Struick di klub ADO Den Haag Belanda, Marselino Ferdinand di klub KMSK Deinze Liga 2 Belgia dan Arhan Pratama di klub Suwon FC Liga Korea Selatan serta Witan Sulaiman yang pernah membela FK AS Trenčín Slovakia tahun 2022 lalu.

Secara mental, pemain ini sudah terbiasa menghadapi pemain-pemain berlaga di Liga Eropa. Tinggal bagaimana pelatih Shin Tae-yong memotivasi pemain lokal supaya tampil percaya diri menghadapi Guinea yang secara fisik, kecepatan dan skill individu lebih bagus.

Masalah non teknis ini sangat penting. Kepercayaan diri cukup tinggi membuat strategi yang diinginkan Shin Tae-yong memainkan bola satu dua sentuhan dan kekompakan tim bisa berjalan dengan baik.

Lalu, Marselino Ferdinand yang selama ini bermain ingin menunjukkan skill individunya diharapkan bisa menguranginya dan lebih mengutamakan bermain satu dua sentuhan dengan Witan Sulaiman dan Rafael Struick di depan.

Baca Juga:  Memasuki akhir tahun 2022 Dispora Masih sisakan 4 Event Olahraga

Lalu di lini belakang, dengan tak bisa tampilnya Rizky Ridho dan Justin Hubner, membuat Shin Tae-yong sedikit ‘pusing’ mencari pemain yang mampu mengomando di barisan belakang.

Beberapa kemungkinan akan dilakukan pelatih asal Korea Selatan ini dengan kembali memasang Nathan Tjoe A-on sebagai center back bersama Muhammad Ferrari dan Komang Teguh. Kehadiran Nathan di lini belakang sangat diperlukan untuk menjaga keseimbangan, ketenangan dan kepercayaan diri Komang dan Ferrari menghadapi pemain striker Guinea yang cukup berpengalaman di Liga Eropa seperti Algassimms Bah di Liga 1 Yunani, Momo Cisse bermain di Liga 2 Polandia dan Ousmane Camara di Liga 2 Perancis.

Lalu, Dewangga yang baru bergabung bisa ditempatkan sebagai gelandang bertahan, sedangkan Ivar Jenner menggantikan fungsi Nathan yang selama ini mengatur serangan.

Alternatif kedua bila ingin tampil ofensif dengan mengembalikan Nathan sebagai gelandang bersama Ivar Jenner dan menjadikan Dewangga sebagai center back bersama bersama Muhammad Ferrari dan Komang Teguh.

Kehadiran Nathan sebagai pengatur serangan akan membantu Rafael Struick, Marselino dan Witan membongkar pertahanan Guinea yang dikoordinir mantan pemain Barcelona, Ilaix Moriba.

Namun, yang perlu mendapat perhatian nanti di posisi bek kanan. Baik Rio Fahmi maupun Muhammad Fajar Fathurahman di beberapa kesempatan di Piala Asian U-23 lalu, merupakan titik lemah Timnas dan sering di eksploitasi serangan lawan.

Diharapkan melawan Guinea baik Rio Fahmi atau Fajar bila dipasang tampil lebih tenang, baik saat bertahan maupun menyerang.

Sedangkan di posisi bek kiri, Arhan Pratama tetap menjadi pilihan utama. Selain sering mampu ikut membantu serangan, pemain yang saat ini membela klub Korsel Suwon memiliki lemparan ke dalam yang sering membuat kocar kacir pertahanan lawan.

Baca Juga:  Erick Thohir Motivasi Pemain, Satu Game Lagi ke Olimpiade 2024

Pecinta sepakbola Tanah Air sangat menantikan Nathan dan kawan-kawan mampu mematahkan prediksi dengan mampu menumbangkan Guinea sekaligus lolos ke Olimpiade kedua kalinya. (ful/KPO-3)

Enam Penampilan Indonesia U-23 di Piala Asia U-23

  • 2/5/2024 : Irak 2-1 Indonesia
  • 29/4/2024 : Indonesia 0-2 Uzbekistan
  • 26/4/2024 : Korea Selatan 2-2 Indonesia (Pen. 10-11)
  • 21/4/2024 : Yordania 1-4 Indonesia
  • 18/4/2024 : Indonesia 1-0 Australia
  • 15/4/2024 : Qatar 2-0 Indonesia

Lima laga Guinea U-23 di Piala Afrika U-23

  • 8/7/2023 : Mali 0-0 Guinea (Pen. 4-3)
  • 5/7/2023 : Mesir 1-0 Guinea
  • 1/7/2023 : Guinea 1-1 Ghana
  • 28/6/2023 : Kongo 1-3 Guinea
  • 25/6/2023 : Maroko 2-1 Guinea

Iklan
Iklan