Iklan
Iklan
Iklan
OPINI PUBLIK

Kemanusian

×

Kemanusian

Sebarkan artikel ini

Oleh H. Ahdiat Gazali Rahman

Asal kata manusia yang menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti “makhluk yang berakal budi / mampu menguasai makhluk lain”. Sedangkan Islam Manusia adalah makhluk Allah s.w.t. yang memiliki unsur dan daya materi yang memiliki jiwa dengan ciri-ciri berfikir, berakal, dan bertanggungjawab pada Allah s.w.t. yang diciptakan dengan memiliki akhlak. menciptakan manusia dari saripati (berasal) dari tanah”. Sedangkan menurut Ahli Ilmu Jiwa Manusia itu adalah “Jiwa memiliki tiga daya utama, yaitu dimensi nabati (al-nabatiyyah), dimensi hewani (al-hayawaniyyah/ghadabiyah), dan dimensi insani (al-insaniyyah/nathiqah)”. Ditambah awalan “ke” dan achiran “an” yang mempunyai arti menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia menjadi “kata sifat-sifat manusia · secara manusia; sebagai manusia: perasaan kemanusiaan kita senantiasa mencegah kita melakukan tindakan”.

Maka jelas jika menggunakan kata “kemanusia” itu berarti adalah menilai, menyebut, tentang sifat manusia, “kemanusia” manusia itu akan mengarah, dalam Dasar Negara kita ada kata “ Kemanusian Yang Adil dan Beradab” yakni Dasar Negara kedua bagi negara kita yakni setelah ada pengakuan kita sebagai bangsa Indonesia tentang adanya kekuasaan Allah bagi ummat ISLAM, Tuhan bagi pengikut agama yang lain, yang memberikan jalan, arah dalam perjuangan kita merebut kemerdekaan negeri ini, agar kemerdekaan itu punya makna untuk semua anak negeri, maka diperlukan bagi bangsa ini punya sifat kemanusian yang adil beradab, sifat adil ini yang harus ditunjolkan oleh manusia yang mengaku diri sebagai bangsa Indonesia, karena jika bertentangan dengan hal tersebut tentu kita dapat meragukan apakah dia, orang, kelompok itu, sudah bukan bangsa Indonesia. Keadilan tidak hanya untuk ummat manusia tapi kepada semua yang hidup dan berada diIndonesia, seperti pada Alam sekitar yang telah diciptakan oleh Allah untuk dinikmati oleh manusi
a. Jika perbuatan adil tidak dapat dilaksanakan maka tunggulah murka Allah akan datang, baik lewat alam itu sendiri yang selama ini tidak diperhatikan keadilanya atau keberadaannya, maraknya penebangan hutan masa dulu, marak pertambangan yang tidak memperhatikan lingkungan menyebabkan banjir-banjir dimana.

Baca Juga:  Kepatuhan Pelayanan Publik

Pertanyaan Besar Siapa membuat kebanjiran suatu dari daerah, Yang mendatangkan Banjir adalah Allah pemilik Alam semesta tapi disebabkan oleh tangan manusia, siapa mereka yakni para cukung yang mem berikan dana sehingga perbuatan itu dapat terlaksana. Para penguasa yang memberikan izin untuk per buatan itu dilakukan dan para penabang dan penambang itu sendiri.

Apakah tumbuh rasa kemanusiaan mereka yang disebutkan diatas jika banjir terjadi, atau mereka sibuk mencari tameng untuk berlindung, seolah mereka tidak terlibat dengan bermain kata menyudutkan mereka yang tak kuasa seperti para penebang liar, yang kerjanya hanya manual, menebang kayu hanya untuk mendapatkan hasil yang digunakan untuk menjalani kehidupan bukan tujuan menumpuk kekayaan, penambang liar yang hanya demi mencari sesuai sesuap nasi agar bisa bertahan hidup mereka dan keluarga, berbeda jika itu semua dilakukan untuk menumpuk kekayaan.

Pada hal Semua Manusia akan menjalani proses kehidupan yang sama tak pernah dapat memilih menambah atau mengurang, baik bagi yang kaya atau bagi yang miskin papa, semua sama yakni memiliki 5 ( Lima). proses pada masa bayi, anak, remaja, dewasa hingga lanjut usia (lansia).

Iklan
Iklan