Iklan
Iklan
Iklan
ADVETORIALBanjarmasinLensa BanjarmasinTRI BANJAR

Rakor Pengendalian Inflasi Daerah 2024 Sekdako Ungkap Cara Banjarmasin Atasi Ancaman Inflasi

×

Rakor Pengendalian Inflasi Daerah 2024 Sekdako Ungkap Cara Banjarmasin Atasi Ancaman Inflasi

Sebarkan artikel ini
RAPAT INFLASI- Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin Ikhsan Budiman, didampingi Kabag Perekonomian dan Sumber Daya Alam Siane Apriliawati mengikuti Rapat Pengendalian Inflasi Daerah tahun 2024 yang dipimpin langsung oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Muhammad Tito Karnavian secara daring di Ruang Banjarmasin Command Centre (BCC), Balai Kota Banjarmasin. (KP/Diskominfo)

Banjarmasin, KP – Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin Ikhsan Budiman, didampingi Kabag Perekonomian dan Sumber Daya Alam Siane Apriliawati mengikuti Rapat Pengendalian Inflasi Daerah tahun 2024 yang dipimpin langsung oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Muhammad Tito Karnavian secara daring di Ruang Banjarmasin Command Centre (BCC), Balai Kota Banjarmasin, pada Senin (13/05/24).

Rapat tersebut turut dihadiri oleh Kepala BPS Kota Banjarmasin, Sukma Handayani, serta sejumlah Forkopimda Kota Banjarmasin dan SKPD yang tergabung dalam Tim TPID.

Adapun rapat koordinasi tersebut membahas mengenai evaluasi penanganan inflasi di seluruh daerah di Indonesia bersama instansi terkait.

“Tadi kita ada rapat koordinasi berkenaan dengan inflasi yang dipimpin oleh pak Mendagri bersama dengan instansi terkait dalam hal penanganan inflasi di seluruh daerah di Indonesia, Mendagri menegaskan bahwa target inflasi nasional adalah di angka 3%, sementara Banjarmasin berada di 3,03%,” katanya.

“Sedangkan, kita berada di 3,03 ini masih di atas sedikit namun secara umum ini masih bisa kita kendalikan. Kemudian dari beberapa hal itu yang tadi disampaikan juga oleh ibu Sukma dari BPS terkait dengan komoditi, barang atau pangan yang menjadi pendorong, salah satunya adalah tarif parkir dan tiket udara,” terangnya lagi.

Selain itu, Ikhsan juga mengungkapkan bahwa beras menjadi salah satu pendorong inflasi yang signifikan di Banjarmasin. “Beras menjadi warning nasional, tetapi bawang ternyata di Kalimantan Selatan pada umumnya masuk dalam kategori rendah. Jadi, beras menjadi perhatian utama kami untuk diintervensi,” ujarnya.

Untuk itu, ia menjelaskan langkah-langkah yang akan diambil pihaknya dalam menangani inflasi kali ini, termasuk mencari penyebabnya, melakukan pasar murah, dan memberikan subsidi terhadap transportasi.

“Kita harus melakukan langkah-langkah mencari daerah yang berlebihan pasokan sehingga nanti bisa distribusikan ke tempat kita. Ini salah satu dari beberapa langkah yang harus kita lakukan,” beber Ikhsan.

Baca Juga:  Karlie Hanafi: Pancasila Satukan Perbedaan di Tengah Keberagaman Bangsa

Kemudian, Pertemuan tersebut akan dilanjutkan besok hari dengan pertemuan high-level meeting yang akan dipimpin oleh walikota dan kepala daerah, untuk menyikapi kondisi pasar nasional dan mencari solusi yang tepat dalam menangani inflasi. (nau/K-3)

Iklan
Iklan