Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
EKONOMI

Realisasi Pendapatan Tertinggi di Tapin, Dana Insentif Fiskal telah cair di Dua Daerah Ini

×

Realisasi Pendapatan Tertinggi di Tapin, Dana Insentif Fiskal telah cair di Dua Daerah Ini

Sebarkan artikel ini
Kegiatan ALCo Regional Kalimantan Selatan yang berlangsung di Mandiri University Banjarmasin Campus, Rabu (29/5/2024). (Kalimantanpost.com/Repro humas kanwil DJPb Provinsi Kalsel)

BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – Realisasi Belanja Transfer ke Daerah (TKD) sampai dengan 30 April 2024 sebesar 13,03 triliun atau sebesar 35,34 persen.

“Secara keseluruhan, jika dibandingkan dengan tahun lalu, pertumbuhan Belanja Transfer ke Daerah meningkat sebesar 24,49 persen,” papar Kepala Kanwil DJPb Provinsi Kalsel, Syafriadi di acara ALCo Regional Kalimantan Selatan yang berlangsung di Mandiri University Banjarmasin Campus, Rabu (29/5/2024).

Ditambahkan dia, realisasi DBH sebesar Rp6,15 triliun (39,70 persen), realisasi DAU sebesar Rp2,92 triliun (34,30 persen), Realisasi DAK Non Fisik sebesar Rp484,65 miliar (20,22 persen), Realisasi Dana Desa sebesar Rp708,62 miliar (48,52 perse ), Insentif Fiskal sebesar Rp14,71 miliar (9,66 persen).

Sjafriadi menambahkan, realisasi TKD tertinggi di bulan April 2024 ini adalah Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) sebesar 39,22 persen.

Lalu, kinerja penyaluran DAK Fisik 2024 perlu diakselerasi sehubungan dengan terbitnya juknis penyaluran DAK Fisik 2024.

Sementara itu, kinerja APBD Regional Kalimantan Selatan sampai dengan 30 April 2024, untuk realisasi pendapatan daerah mencapai Rp8,65 triliun atau sekitar 22,78 persen dari target, meningkat sebesar 0,37 persen jika dibandingkan tahun lalu.

Pajak daerah terealisasi Rp1,15 triliun dan retribusi daerah sebesar Rp97,36 miliar, meningkat 193 persen dibandingkan tahun lalu.

Realisasi pendapatan tertinggi ada pada Kabupaten Tapin sebesar Rp761,90 miliar (35,61 persen).

“Retribusi daerah mengalami peningkatan signifikan sebesar 193 persen disebabkan oleh meningkatnya retribusi jasa layanan umum sebesar 373 persen yoy,” tandasnya.

Disisi lain, peningkatan pajak daerah sebesar 0,14 persen disumbang dari PKB, Pajak Hotel, dan Pajak Restoran yang meningkat dibandingkan tahun 2023.

Menurut Syafriadi, komponen pendapatan yang mendominasi struktur Pendapatan Daerah se-Kalimantan Selatan adalah Pendapatan Transfer sebesar Rp6,96 triliun, dengan kontribusi 80,49 persen terhadap total pendapatan Daerah.

Baca Juga:  BPJAMSOSTEK Banjarmasin bersama Pemkab dan Kejari HST Bahas Perlindungan Terhadap Pekerja Rentan

Sedangkan dari sisi Belanja Daerah, Realisasi belanja telah terealisasi sebesar Rp6,66 triliun (15,99 persen) tumbuh 7,13 persen. Belanja pegawai telah terealisasi sebesar Rp2,67 triliun. Untuk Belanja Barang/Jasa sebesar Rp1,54 miliar, belanja modal telah terealisasi sebesar Rp901,16 miliar. Belanja pegawai, belanja barang/jasa, dan belanja modal meningkat dibandingkan tahun 2023.

Dia juga menjelaskan pada bulan April 2024 ini, belanja modal mengalami peningkatan paling tinggi sebesar 64,76 persen jika dibandingkan tahun lalu.

Persentase realisasi belanja APBD terbesar di bulan April 2024 adalah Pemerintah kota Banjarmasin sebesar Rp598,48 triliun (22,52 persen). Secara nominal realisasi terbesar pada Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan sebesar Rp2,26 triliun (19,42 persen). (ful/KPO-3)

Iklan
Iklan