Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
BanjarbaruTRI BANJAR

Sekda Banjarbaru Dorong Toleransi Berkualitas Antarumat Beragama

×

Sekda Banjarbaru Dorong Toleransi Berkualitas Antarumat Beragama

Sebarkan artikel ini
PIMPINAN SKPD- Wali Kota Banjarbaru Muhammad Aditya Mufti Ariffin (tengah) bersama Wakil Wali Kota Wartono foto bersama dengan veteran pejuang dan pimpinan SKPD di lingkungan Pemkot Banjarbaru usai upacara peringatan Harkitnas di Banjarbaru. (KP/MCKominfobanjarbaru)

Banjarbaru, KP – Sekretaris Daerah Kota Banjarbaru, Abdullah mendorong terwujudnya toleransi berkualitas antarumat beragama di tengah keberagaman masyarakat di kota setempat.
 
“Kami ingin toleransi berkualitas antarumat beragama bisa terwujud di Banjarbaru di tengah keberagaman masyarakat yang heterogen dengan berbagai suku, agama dan budaya,” ujar Sekda di Banjarbaru, Kamis.
 
Menurut Said, Pemkot Banjarbaru bekerja sama Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) maupun ormas lain berupaya agar toleransi berkualitas antarumat beragama terwujud melalui kebersamaan.
 
Salah satunya dengan menggelar forum silaturahmi antarumat beragama dengan mengambil tema “Membangun toleransi berkualitas antarumat beragamaā€¯ yang dihadiri berbagai pihak terkait.
 
“Kegiatan dilaksanakan, Selasa (21/5) diisi penyerahan kitab suci antar agama yang kami serahkan kepada masing-masing pemuka agama sehingga saling mengetahui kitab suci,” ucap Said.
 
Ditekankan Said, pihaknya mengajak pemuka agama dan peserta forum untuk mempelajari ajaran agama secara langsung dari kitab suci yang merupakan sumbernya sehingga tidak terpengaruh ajaran sesat.
 
“Saat ini banyak sekali ajaran sesat dan menyimpang, sehingga kami sangat berharap pemuka agama bisa mencegah terjadinya penyimpangan apalagi sampai mengatasnamakan agama,” pesannya.
 
Said menuturkan, saling menghargai dan hidup berdampingan di tengah keberagaman masyarakat diperlukan sehingga terwujud suasana damai, tenang dan kondusif meski saling berbeda dalam keyakinan.
 
“Kita sangat boleh berteman dengan yang berbeda agama tetapi harus memahami batas-batasnya. Jangan sampai saling bertoleransi tetapi ternyata meninggalkan aturan agama masing-masing,” pesannya.
 
Said Abdullah mengharapkan ke depan Banjarbaru menjadi contoh atau panutan dalam menjalankan kehidupan beragama yang baik dan berkualitas di tengah keberagaman masyarakat di sekitarnya.
 
Kepala Badan Kesbangpol Kota Banjarbaru Rizana Mirza memberi apresiasi terhadap pemberian kitab antaragama sebagai sesuatu yang positif sehingga bisa dijadikan suatu pembelajaran bagi umat lainnya.
 
“Harapan kami, forum yang digelar mewujudkan masyarakat yang lebih harmonis dan saling menghormati perbedaan, menjadikan Banjarbaru sebagai kota teladan menjalankan kehidupan beragama,” katanya. (Dev/K-3)

Iklan
Baca Juga:  Ibnu Rombak Susunan SKPD, Posisi Dinkes Dijabat Pelaksana Tugas
Iklan