Iklan
Iklan
Iklan
OPINI PUBLIK

SIAPA PEMILIKNYA

×

SIAPA PEMILIKNYA

Sebarkan artikel ini

Oleh : ANDI NURDIN LAMUDIN

Kajian Ramadhan pasti terjadi pada setiap tahunnya. Namun juga tidak pernah berhenti dan basi. Apalagi jika tiap tahun itu ternyata juga punya karakter tersendiri. Jika pernah Ramadhan pada masa Covid19, masa sekarang dalam keadaan proses Pemilu dan pemilihan Presiden.Bahkan lebih kontraversi daripada pemilu sebelumnya karena ada tiga calon presiden. Terjadilah serangan gugatan daripada 01 dan 03, pada calon yang katanya menang satu putaran. Kajian Ramadhan selalu menarik jika dihubungkan dengan karakter tahunnya. Karena Islam sangat universal,mampu menganalisa segala macam keadaan kehidupan. Sehingga selalu saja ada hukum yang mengaturnya,apalagi jika pada dasarnya bulan ramadhan adalah kajian tentang Al-Qur’an, namun karena di Indonesia akhirnya juga hubungannya dengan hukum-hukum positif. Serta hubungan kajian-kajian sosiologi,yang sudah semestinya merupakan hal-hal yang berbeda. Jika itu dibandingkan dengan keadaan atau Pemilu sebelumnya.

Negeri yang dijanjikan dalam Al-Qur’an adalah surga bagi mereka yang melaksanakan amal-amal yang diajarkan pada Al-Qur’an. Sebaliknya juga mereka yang tidak percaya dan musyrik, mempunyai hukuman tersendiri yang disebut dengan neraka. Namun seringkali manusia dilalaikan jika semua yang ada itu, dalam kehidupan dunia maupun akhirat, serta adanya surga, sebenarnya banyak manusia tidak kenal dengan Penciptanya atau Tuhan Yang Maha Esa. Dapat dibayangkan jika manusia masuk surga, namun tidak mengenal siapa yang menciptakan surga itu? Ini akan merupakan sesuatu yang aneh, jika ditinjau dari sebuah program yang nyata di dalam makna kehidupan. Maka dengan demikian “mengenal Allah, Tuhan Yang Maha Esa” adalah merupakan kewajiban yang pertama di dalam sebelum beragama. Karena agama Islam itu akan memasuki apa yang dinamakan aqidah, syariah serta muamalahnya. Banyak mereka yang sebenarnya hanya membahas surga sebagai negeri terbaik. Maka jika dihubungkan makna surga itu, kajian negerinya adalah di dunia ini. Atau katakanlah negeri Indonesia tercinta ini.

Baca Juga:  Ramadhan Berkah, Tanpa Ghibah

Maka hubungan surga adalah bagaimana negeri yang tercinta di Indonesia ini? Apakah semua rakyat Indonesia akan masuk surga? Atau justru masuk neraka? Jika memang demikian apakah sebabnya? Atau katakanlah jika sebenarnya di Indonesia ini sudah mencapai negeri adil makmur, lalu siapa yang mengajarkan tentang itu sebenarnya? Maka jika sepakat yang mengajarkan negeri adil makmur adalah Allah! Melalui RasulNya apakah itu Musa atau Isa atau Daud dan Sulaiman, tentunya kembali membahas syariah apakah yang sebenarnya harus dilakukan untuk itu?

Jika belum mengerti tentang itu semua, sudah sepantasnya mengenal dulu tentang Allah, Tuhan semesta alam yang Maha Esa dan berdiri sendiri. Sehingga kajian sifat serta asma, kegagahan serta prilakuNya akan meyakinkan jika hidup di dunia inipun juga sudah seharusnya mengikuti ajaranNya! MengenalNya terlebih dahulu, baru membahas negeri yang adil dan Makmur, sehingga dengan demikian setan terkutuk serta dajjal yang datang di zaman ini tidak bisa membelokkan cara berpikir kaum Muslimin.

Sampai kapanpun atau memakai teori apapun di Indonesia ini tidak akan tercapai yang namanya negeri adil makmur. Jika untuk itu membelakangi Al-Qur’an serta menghina kaum Muslimin yang sebenarnya juga warga negara Indonesia. Karena masih banyak generasi tua yang mengekor dengan negara super power yang mereka tidak mempelajari Al-Qur’an.

Iklan
Iklan