Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
HEADLINE

Suhu Capai 42 Derajat,Jemaah Calon Haji Diminta tak Banyak Beraktivitas di Luar Ruangan

×

Suhu Capai 42 Derajat,Jemaah Calon Haji Diminta tak Banyak Beraktivitas di Luar Ruangan

Sebarkan artikel ini
Jemaah calon haji Indonesia memanjatkan doa di Masjidil Haram, Mekkah, Arab Saudi, Kamis (23/5/2024). (Kalimantanpost.com/Antara)

MEKKAH, Kalimantanpost.com – Suhu di Mekkah dan Madinah bisa mencapai 42 derajat, jemaah calon haji Indonesia diminta untuk membatasi diri dengan tidak banyak beraktivitas di luar ruangan saat siang hari.

“Cuaca di Mekkah cukup ekstrem. Jika siang, bahkan suhunya menembus 42 derajat Celcius. Jangan banyak melakukan aktivitas di luar saat siang hari,” ujar Kepala Daerah Kerja Makkah Khalilurahman di Makkah, Minggu (26/5/2024).

Jamaah calon haji Indonesia mulai memadati Kota Makkah Al-Mukaramah. Berdasarkan laporan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH), hingga Sabtu (25/5), sebanyak 52.482 calon haji Indonesia memasuki Makkah.

Khalilurrahman mengingatkan jamaah calon haji agar senantiasa menjaga kesehatan diri setibanya di Makkah. Jamaah masih memiliki masa tunggu yang cukup panjang hingga puncak haji.

“Jaga kesehatan hingga hari Arafah nanti. Karena haji adalah Arafah,” kata dia.

Senada dengan Khalilurrahman, Kasi Kesehatan Daker Makkah Nurul Jamal menyampaikan ada beberapa hal yang harus diperhatikan jamaah saat beraktivitas di tengah cuaca panas Makkah.

Pertama, tidak lupa membawa dan menggunakan alat pelindung diri (APD), seperti payung, topi, kacamata, dan masker saat beraktivitas di luar ruangan pada siang hari.

Kedua, minum air yang cukup. Jangan tunggu haus. Minum sesering mungkin. Kalau perlu minum oralit agar elektrolitnya cepat terganti.

Ketiga, bawa semprotan air bila beraktivitas di luar ruang. Gunakan ini untuk membasahi bagian tubuh yang terpapar sinar matahari langsung.

“Keempat, ini yang penting juga, jangan beraktivitas berlebihan, terutama jalan kaki di siang hari. Misalnya, jangan memaksakan umrah di siang hari. Ini bisa berakibat fatal jika dipaksakan,” kata dia. (Ant/KPO-3)

Iklan
Baca Juga:  Paman Birin dan Forkopimda Gerakkan Semua Elemen Putus Penyebaran Mata Rantai Covid-19 di Kalsel
Iklan