Iklan
Iklan
Iklan
OPINI PUBLIK

TAUHID DAN GERAK BUMI

×

TAUHID DAN GERAK BUMI

Sebarkan artikel ini

Oleh : ANDI NURDIN LAMUDIN

Dijelaskan di dalam Al-Qur’an bahwa langit dan bumi tunduk kepada Allah SWT. Langit dan bumi yang merupakan kekuasaan serta kendali Allah SWT, hanya menurut perintah Allah SWT. Langit dan bumi itu sebagai benda dan makhluk selain manusia, tidak akan dan tidak mungkin musyrik atau menduakan Tuhan. Hanya manusia yang terkadang bisa musyrik, terkadang juga terbalik-balik, dulunya tauhid kemudian bisa musyrik kembali. Ada juga yang awalnya musyrik bisa menjadi Tauhid.Langit dan bumi atau alam semesta tidak pernah berbohong atau munafik. Hanya manusia yang bisa berbohong, atau munafik.

Juga dijelaskan, jika manusia itu pada suatu kaum pasti ada utusan Rasul yang mendahuluinya untuk memberi pelajaran tentang Tauhid. Kemudian terserah manusianya, untuk taat perintah Allah SWT atau memilih jalan neraka. Bahkan Rasul sendiri tidak bisa menjamin manusia itu, atau apa yang terjadi jika tidak mau beriman kepada Allah SWT dan Rasulnya. Namun tugas Rasul hanyalah menyampaikan firman Tuhan secara jelas dan mudah dimengerti. Sebagaimana firmanNya, “Dan kewajiban kami tidak lain hanyalah menyampaikan (perintah Allah) dengan jelas. Mereka menjawab, “Sesungguhnya kami bernasib malang karena kamu, jika kamu tidak berhenti (menyeru kami), niscaya kami akan merajammu dan kamu pasti akan mendapat siksa yang pedih dari kami”. Utusan-utusan itu berkata, “Kemalangan kamu itu adalah karena kamu sendiri. Apakah jika kamu diberi peringatan(kamu mengancam kami) Sebenarnya kamu adalah kaum yang melampaui batas”. (QS. Yasin : 17-19).

Karena itu dakwah kaum muslimin itu mirip-mirip saja di seluruh penjuru dunia ini, yaitu jangan melakukan kemusyrikan, jangan berbohong dan jangan curang di dalam kompetisi. Apalagi jika itu sampai bersifat mayoritas atau sistimatis, terstruktur dan massif (TSM). Bisa jadi kejahatan itu mayoritas, atau menjadi pemenang, tetapi itu juga merupakan sesuatu yang tidak dibenarkan di dalam Islam. Apalagi jika baru-baru ini ada gempa disekitar Kalimantan. Kalimantan yang tidak merupakan wilayah rawan gempa, karena tidak ada gunung berapi bisa terjadi gempa yang menghebohkan. Akan menimbulkan sebuah pertanyaan, ada apa dengan semua ini?

Baca Juga:  Menolak Sampah

Jika menyimak dakwah Nabi Muhammad SAW di kota Thaif, dimana ketika itu penduduknya melempari nabi Muhammad SAW sampai berdarah. Maka malaikat gunung serta Jibril yang tidak nampak bagi manusia biasa bertanya dan minta izin kepada Nabi Muhammad SAW, “Apakah gunung Uhud ini akan kami timpakan kepada ummat yang melawan engkau nabi?”. Justru Nabi menjawabnya, “Tidak, semoga Allah SWT memberi petunjuk kepada kaum yang tidak mengetahuinya”. Dengan demikian, berarti jika gerak bumi mendukung tauhid, bumi akan bergetar jika manusia mulai bermain-main dengan risalah tauhid. Dengan getaran bumi itu, manusia diingatkan kembali akan siapa sebenarnya penguasa dan pemilik alam raya? Jika hari kiamat itu maka semua makhluk tidak akan berdaya. Apakah seorang pemimpin dapat menghalangi gempa bumi? Apakah fir’aun bisa menghalangi gempa bumi? Apakah juga para ulama bisa menghalangi gempa bumi? Itu semua karena manusia itu hanyalah makhluk yang lemah, tetapi suka membantah.

Iklan
Iklan