BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – Kabar duka menyelimuti dunia olahraga di Kalimantan Selatan. Mantan pegulat nasional asal Kalimantan Selatan (Kalsel), Surya Saputra bin Muhammad Ahmad meninggal dunia di usia 56 tahun di salah satu rumah sakit di Bandung, Jawa Barat, Selasa (18/6/2024) pukul 15.35 WIB.
Rencananya hari ini jenazah Surya Saputra akan diberangkatkan ke Banjarmasin, Rabu (19/6) pagi dan disalatkan di Masjid Al Jihad Banjarmasin pada salat Zhuhur.
Sebelumnya, jenazah almarhum di semayamkan di rumah duka di Jalan Al Istiqamah Nomor 57 Pekapuran Raya Banjarmasin dan akan di makamkan di Alkah Ara Mubarak Jalan Padat Karya Desa Guntung Ujung Gambut, Kabupaten Banjar.
Surya Saputra meninggalkan seorang isteri Alus Marliani yang merupakan mantan pesilat Kalsel serta dua orang anak, Muhammad Fajar Ricky Adi Putra dan Rendy Aditia Saputra yang juga pegulat Kalsel maupun nasional.
Salah satu pegulat Kalsel, Heri mengatakan sangat terkejut mendengar kabar meninggalnya salah satu pegulat terbaik Banua tersebut.
“Almarhum merupakan panutan kami dan beliau lah yang mendidik dan melatih kami hingga jadi pegulat nasional,” papar Heri.
Selain itu, menurutnya Surya Saputra orangnya baik dan selalu memotivasi pegulat muda untuk berprestasi.
Surya Saputra sendiri sebelum meninggal sempat mengalami sakit diabetes dan mendapat perawatan intensif salah satu rumah sakit di Bandung, Jawa Barat.
Semasa menjadi atlet, Surya Saputera cukup disegani dan mampu meraih medali emas bersama baik di PON, SEA Games bersama Zulhaidir, Andry Fachruaridi dan lain-lainya.
Bahkan Surya pernah mewakili Indonesia di multievent olahraga dunia, yakni Olimpiade Seoul, Korea Selatan, 1988 maupun Asian Games.
Berkat prestasinya, Surya diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil dan sempat bekerja di Samsat Provinsi Kalsel sebelum pindah Staf Kemenpora di Jakarta.
Selamat jalan kawan, kami tetap mengenangmu sebagai pahlawan olahraga Banua. (ful/KPO-3)