Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Kalsel

DP2KBP3A Tala Gelar Bimtek Percepatan Penurunan Stunting

×

DP2KBP3A Tala Gelar Bimtek Percepatan Penurunan Stunting

Sebarkan artikel ini
Hal 11 Tala 3 klm 14
BIMTEK - Percepatan Penurunan Stunting di Grand QIN Hotel Banjarbaru. (KP/Rizky)

Pelaihari, Kalimantanpost.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanah Laut (Tala) melalui Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Percepatan Penurunan Stunting di Grand QIN Hotel Banjarbaru pada Rabu (21/08/2024).

Kegiatan dibuka langsung oleh Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Tala, drh. Suparmi yang turut didampingi oleh Plt Kepala DP2KBP3A Tala, Gentry Yuliantono dan para narasumber.

Kalimantan Post

Suparmi dalam sambutannya mengatakan bahwa komitmen Pemerintah Indonesia dalam rangka melakukan Percepatan Penurunan Stunting diwujudkan dengan dikeluarkannya Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting dengan target yang telah ditetapkan prevalensi stunting turun menjadi 14 persen pada tahun 2024.

“Target prevalensi stunting merupakan tantangan dan tugas berat namun Insya Allah dengan kerja bersama multi sektor dan multi pihak sampai ke tingkat bawah tentunya target yang sudah ditentukan dapat tercapai dengan baik,” kata Suparmi.

Selanjutnya Suparmi memberikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam intervensi percepatan penurunan stunting khususnya jajaran kader yang langsung turun ke lapangan dan bekerja dengan maksimal.

“Alhamdulillah di Bulan Juni dan Juli kita sudah melaksanakan intervensi serentak pencegahan stunting. Hasil dari intervensi serentak pada Juni mencapai angka 100% bayi balita tertimbang dan terukur, dan pada Juli mencapai angka 98,97% bayi balita tertimbang dan terukur dengan total balita sebesar 27.338 anak,” ujar Suparmi.

Lebih lanjut Suparmi menjelaskan bahwa para kader merupakan pilar utama dan garis pertahanan terdepan dalam meningkatkan kesehatan masyarakat karena para kader yang memahami karakteristik masyarakat di wilayahnya dan langsung berhubungan dengan keluarga yang memiliki peran signifikan dalam pencegahan maupun penanggulangan stunting. Karena masalah gizi, sangat erat kaitannya dengan ruang lingkup keluarga. (rzk/K-6)

Baca Juga :  Komisi IV DPRD Kalsel Kaji Kesiapan Penerapan Sistem Kelas Rawat Inap Standar
Iklan
Iklan