Angka stunting di Kota Banjarmasin masih 23 persen dan hingga kini terus diupayakan menurun hingga 14 persen pada 2025 sesuai target nasional.
BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – Wakil Ketua DPRD Kota Banjarmasin. Tugiatno mengingatkan, agar dana stunting digunakan tepat sasaran bukan pada hal-hal di luar kebutuhan.
“Penggunaan dana harus tak tepat, sebab dana untuk pencegahan stunting harusnya memastikan ketersediaan asupan gizi yang seimbang. Khususnya, kepada ibu hamil dan anak balita,” katanya, kepada [KP] Kamis (5/9/2024).
Hal itu dikatakannya menyusul dana intensif fiskal yang dikucurkan pemerintah pusat kepada Pemko Banjarmasin.
Dana intensif fiskal diserahkan Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin kepada sejumlah daerah di Aula Sekretariat Negara, Rabu (4/8/2024).
Dana intensif fiskal untuk Kota Banjarmasin diterima oleh Wakil Wali Kota Banjarmasin, H Arifin Noor sebesar Rp 5,7 miliar.
Diberikannya dana itu sebagai penghargaan kepada daerah yang dinilai cukup berhasil dalam upaya menurunkan stunting.
Angka stunting di Kota Banjarmasin masih 23 persen dan hingga kini terus diupayakan menurun hingga 14 persen pada 2025 sesuai target nasional.
Tugiatno mengatakan, pemerintah kini terus berjuang keras untuk percepatan menurunkan stunting
Tujuannya tandasnya, salah satu untuk melahirkan generasi Indonesia yang sehat dan unggul.
Unsur pimpinan dewan dari F-PDIP ini mengemukakan, masalah stunting perlu dituntaskan karena bukan hanya berpotensi menyangkut kesehatan bahkan kematian anak, tapi dalam menyiapkan dan mewujudkan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas. (nid/K-3)















