Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Kalsel

Jamaah Al Muhdlor Tulungagung Laksanakan Salat Idul Fitri Hari Sabtu

×

Jamaah Al Muhdlor Tulungagung Laksanakan Salat Idul Fitri Hari Sabtu

Sebarkan artikel ini
IMG 20250329 WA0024
Puluhan jamaah Al Muhdlor Tulungagung gelar shalat Id lebih awal Jamaah mengikuti shalat Id di Masjid Nur Muhammad yang ada di kompleks Ponpes Al Khoiriyah, Tulungagung, Jawa Timur, Sabtu (29/3/2025). (Antara)

TULUNGAGUNG, Kalimantanpost.com – Sebagian besar umat Islam di Indonesia akan merayakan hari raya Idul Fitri 1446 Hijriah pada hari Senin (31/3/2025). Berbeda dengan jamaah Pesantren Al Khoiriyah atau yang lebih dikenal dengan sebutan jamaah Al Muhdlor di Desa Wates, Kecamatan Sumbergempol, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur melaksanakan melaksanakan shalat Idul Fitri 1446 Hijriah lebih awal, tepatnya Sabtu (29/3/2025).

Shalat Id digelar di Masjid Nur Muhammad yang berada di dalam kompleks Pesantren Al Khoiriyah.

Baca Koran

Kapolsek Sumbergempol, Iptu Mohammad Anshori yang terlihat ikut memantau langsung jalannya shalat Id memastikan aktivitas keagamaan itu berlangsung khusuk tanpa ada gangguan.

“Kami berjaga untuk memastikan pelaksanaan shalat id berlangsung damai dan tidak ada gangguan,” kata Anshori.

Selain unsur kepolisian, unsur TNI diwakili Babinsa juga turut melakukan pengamanan di sekitar Masjid Nur Muhammad hingga seremoni keagamaan selesai.

“Total ada sekitar 60 orang mengikuti Shalat Id di Masjid Nur Muhammad. Jamaah terdiri atas keluarga pesantren dan beberapa santri khusus” katanya.

Untuk menghormati umat Islam yang masih menjalankan ibadah puasa, Shalat Id digelar tanpa menggunakan pengeras suara, dan jamaah melakukan takbir dengan suara rendah di dalam masjid sebagai tanda awal pelaksanaan Shalat Id.

Usai shalat Id lebih awal, jamaah Al Muhdlor tidak segera mengadakan open house dan menunggu penetapan dari pemerintah untuk menggelar kegiatan tersebut.

Pelaksanaan Shalat Id lebih awal di Pesantren Al Khoiriyah ini telah menjadi tradisi sejak lama. Keputusan ini didasarkan pada penghitungan ilmu falak yang mereka ikuti sesuai petunjuk ahli falak.

Tradisi ini telah berlangsung sejak masa almarhum Habib Sayyid Ahmad bin Salim Al Muhdlor dan terus dilanjutkan oleh pengasuh pondok pesantren saat ini, Habib Hamid Bin Ahmad Al Muhdlor.

Baca Juga :  Puncak Arus Mudik di Bandara Syamsudin Noor Capai 12.000 Lebih Penumpang

Meskipun berbeda dalam penetapan waktu ibadah, tradisi yang dianut Jamaah Al Muhdlor memiliki kesamaan dengan tradisi Nahdliyyin (NU), mengingat latar belakang mereka yang berasal dari keluarga Nahdliyyin.

Perbedaan ini dianggap sebagai khilafiah yang wajar dan diperbolehkan dalam Islam.

Jamaah Pondok Pesantren Al Khoiriyah di Desa Wates, Kecamatan Sumbergempol, Tulungagung, yang dikenal sebagai Jamaah Al Muhdlor, melaksanakan shalat Idul Fitri lebih awal dibandingkan mayoritas umat Islam di Indonesia. Mereka memulai puasa Ramadhan dua hari lebih awal dan menjalankannya selama 30 hari penuh, sehingga hari raya Idul Fitri mereka jatuh lebih awal.

Keputusan ini didasarkan pada penghitungan ilmu falak yang mereka ikuti sesuai petunjuk ahli falak. Tradisi ini telah berlangsung sejak masa almarhum Habib Sayyid Ahmad bin Salim Al Muhdlor dan terus dilanjutkan oleh pengasuh pondok pesantren saat ini, Habib Hamid Bin Ahmad Al Muhdlor.

Meskipun berbeda dalam penetapan waktu ibadah, tradisi yang dianut Jamaah Al Muhdlor memiliki kesamaan dengan tradisi Nahdliyyin (NU), mengingat latar belakang mereka yang berasal dari keluarga Nahdliyyin. Perbedaan ini dianggap sebagai khilafiah yang wajar dan diperbolehkan dalam Islam. (Ant/KPO-3)

Iklan
Iklan