Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Lifestyle

Menjaga Hidup Sehat Saat Idul Fitri(Refleksi Hari Kesehatan Sedunia)

×

Menjaga Hidup Sehat Saat Idul Fitri(Refleksi Hari Kesehatan Sedunia)

Sebarkan artikel ini
IMG 20250403 WA0041

Oleh: Nor Hasanah, S.Ag, M.I.Kom.
Pustakawan UIN Antasari Banjarmasin

Puasa Ramadan dan Idul Fitri adalah dua suasana yang tidak bisa dipisahkan yang tidak hanya membawa dimensi spiritual yang mendalam, tetapi juga kesempatan untuk menerapkan perilaku hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari. Dimomen hari kesehatan dunia yang diperingati pada 7 April 2025 memberikan kesadaran pentingnya menjaga kesehatan. Saat puasa Ramadan, ada banyak kebiasaan sehat yang bisa dipelajari dan diterapkan, yang kemudian bisa dilanjutkan saat Idul Fitri.

Baca Koran


Saat puasa Ramadan, salah satu pembelajaran utama saat berpuasa adalah pengaturan pola makan yang lebih teratur. Selama Ramadan, kita makan pada waktu sahur dan berbuka puasa. Ini adalah kesempatan untuk mengonsumsi makanan bergizi seperti buah, sayuran, sumber protein, dan karbohidrat kompleks yang dapat memberikan energi tahan lama. Sebaiknya, hindari makanan berat dan berlemak yang dapat membuat tubuh lesu.
Saat Idul Fitri, setelah Ramadan, kita seringkali disuguhi berbagai hidangan yang menggoda. Salah satu tantangan pasca Ramadhan adalah kecenderungan untuk makan berlebihan saat perayaan Idul Fitri. Untuk menjaga kesehatan, penting untuk mengontrol porsi makan dan memilih makanan yang sehat. Cobalah untuk tetap memilih makanan bergizi seperti sayuran, buah-buahan, dan makanan dengan kadar gula rendah, serta hindari konsumsi makanan berlemak yang berlebihan.


Selama berpuasa, tubuh kehilangan cairan yang cukup banyak. Oleh karena itu, saat sahur dan berbuka puasa, sangat penting untuk memastikan tubuh terhidrasi dengan baik. Minum cukup air putih, hindari minuman manis yang tinggi gula, dan perbanyak konsumsi air mineral serta jus buah segar yang tidak terlalu manis.


Saat Idul Fitri, kebiasaan makan berlebihan dan konsumsi makanan manis berpotensi mengurangi kesadaran tentang kebutuhan hidrasi tubuh. Setelah perayaan, penting untuk kembali memprioritaskan hidrasi dengan cukup minum air putih, terutama setelah banyak mengonsumsi makanan asin atau pedas.


Saat Puasa Ramadan bisa mengurangi tingkat aktivitas fisik, terutama bagi mereka yang merasa lemas atau kelelahan. Namun, tetap penting untuk berolahraga secara ringan, misalnya jalan santai atau stretching ringan setelah berbuka puasa. Jika memungkinkan, olahraga bisa dilakukan beberapa jam setelah berbuka atau sebelum sahur.


Saat Idul Fitri, setelah Ramadan, seringkali kebiasaan kurang berolahraga selama sebulan membuat tubuh terasa lebih berat dan tidak bugar. Oleh karena itu, Idul Fitri bisa menjadi waktu yang baik untuk memulai kembali rutinitas olahraga ringan seperti berjalan kaki, berlari, atau melakukan olahraga keluarga di luar ruangan seperti bermain bola atau bersepeda. Aktivitas fisik yang teratur akan membantu menjaga
Saat Idul Fitri adalah momen penuh kebahagiaan dan kegembiraan, tetapi juga bisa membawa stres karena persiapan yang cukup sibuk. Setelah berbulan-bulan berpuasa dan disibukkan dengan aktivitas keagamaan, perayaan Idul Fitri bisa menjadi waktu yang baik untuk merayakan kebersamaan dan menikmati waktu dengan keluarga dan sahabat. Fokus pada hal-hal positif dan kebersamaan, serta menghindari stres berlebihan saat perayaan, sangat penting untuk menjaga kesehatan mental.


Saat puasa Ramadan, salah satu tantangan adalah kurangnya waktu tidur yang berkualitas, terutama karena banyak orang yang bangun lebih awal untuk sahur atau menjalani aktivitas keagamaan pada malam hari. Meski demikian, menjaga waktu tidur yang cukup tetap penting agar tubuh tetap segar dan tidak kelelahan. Upayakan untuk tidur sejenak di siang hari, terutama bagi mereka yang merasa kurang tidur di malam hari.


Saat Idul Fitri, setelah Ramadan, sering kali ada kegiatan sosial yang menyita waktu tidur, seperti berkunjung ke rumah saudara atau berkumpul bersama keluarga. Namun, penting untuk tetap menjaga kualitas tidur dan tidak mengorbankan waktu tidur terlalu banyak, karena tidur yang cukup sangat penting untuk pemulihan fisik dan menjaga energi.


Saat Puasa Ramadan, dengan berpuasa mengajarkan kita untuk lebih menjaga kebersihan diri, tidak hanya dalam hal makan, tetapi juga dalam berwudhu, menjaga kebersihan lingkungan sekitar, dan menjaga kebersihan jiwa dengan menjauhi perbuatan yang buruk.


Saat Idul Fitri, kita sering kali berinteraksi dengan banyak orang. Oleh karena itu, menjaga kebersihan diri dengan mandi yang bersih, mengenakan pakaian yang bersih, serta menjaga kesehatan kulit sangat penting agar tetap sehat saat beraktifitas. Kebersihan tangan dan menjaga jarak juga penting, terutama setelah berinteraksi dengan banyak orang.


Saat Puasa Ramadan mengajarkan untuk lebih peka terhadap kebutuhan orang lain. Kegiatan seperti sedekah, zakat, atau berbagi makanan dengan orang yang membutuhkan menjadi momen untuk memperbaiki kesehatan sosial dalam masyarakat.


Saat Idul Fitri adalah waktu yang tepat untuk terus meningkatkan kepedulian sosial, tidak hanya dalam bentuk materi, tetapi juga dalam bentuk perhatian emosional kepada orang lain. Mempererat hubungan dengan keluarga, teman, atau orang yang membutuhkan dengan memberi dukungan psikologis atau perhatian merupakan bentuk kesehatan sosial yang mendalam.


Baik saat Ramadan maupun Idul Fitri, perilaku hidup sehat sangat penting untuk menjaga keseimbangan tubuh, pikiran, dan jiwa. Dengan menjaga pola makan sehat, berolahraga, tidur cukup, serta menjaga kebersihan diri dan mental, kita tidak hanya menjaga kesehatan fisik tetapi juga memperkuat hubungan sosial dan kepedulian terhadap sesama. Membangun kebiasaan sehat selama Ramadhan dan melanjutkannya setelah Idul Fitri dapat memastikan kita tetap bugar dan produktif dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Iklan
Iklan