BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – Kesetaraan gender sering disuarakan oleh berbagai kalangan terutama para aktivis dan politikus perempuan. Persoalannya sekarang apakah persamaan hak antara perempuan dan pria itu sudah merata?
Menjawab pertanyaan tersebut anggota DPRD Kota Banjarmasin Noor Latifah menilai, masih cukup banyak kesenjangan dalam penerapan peran gender.
Noor Latifah mengatakan, untuk memperjuangkan kesetaraan perempuan harus berani tampil dalam menciptakan setiap perubahan.
Hal itu dikatakannya mengomentari peringatan Hari Raden Ajeng Kartini 2025 yang sangat berjasa dalam memperjuangkan hak-hak perempuan bangsa Indonesia.
Anggota dewan yang duduk di komisi I dari Fraksi Partai Golkar ini mengatakan, di tengah terus diperjuangkannya kesetaraan atau gender perempuan juga berhak mendapatkan kesempatan yang sama seperti laki-laki.
” Tuntutan itu karena perempuan juga ingin memiliki akses dan kesempatan yang sama sesuai dengan kompetensinya. Termasuk bidang politik maupun dalam profesi di dunia kerja,” ujarnya
Ditandaskan politisi perempuan yang akrab disapa Lala ini, kesetaraan menjadi penting supaya baik laki-laki maupun perempuan dapat menjalankan tupoksinya dirinya sebagai manusia secara utuh.
Ia menegaskan, antara pria dan perempuan seharusnya tidak ada ketimpangan yang membuat salah satu pihak merasa dirinya menjadi inferior atau superior.
” Sebab baik perempuan dan pria adalah sama- sama manusia yang memiliki hak dan kewajiban serta kesempatan yang sama untuk bisa saling dihargai. Keduanya juga berhak mendapatkan pendidikan yang sama serta memilih masa depannya,” kata Noor Latifah.
Ia melanjutkan, antara pria dan perempuan seharusnya tidak ada ketimpangan yang membuat salah satu pihak merasa dirinya memiliki posisi lebih tinggi.
“ Masalahnya, karena baik perempuan dan pria adalah sama- sana manusia yang memiliki hak dan kewajiban serta kesempatan yang sama untuk merasa saling dihargai. Keduanya juga berhak mendapatkan pendidikan yang sama serta memilih masa depannya,” kata Noor Latifah.
Noor Latifah mengakui. saat ini masih banyak persoalan perempuan yang harus diperjuangkan, baik berkaitan kesehatan, ketenagakerjaan, pendidikan dan hak-hak lainnya agar sejajar dan mempunyai kedudukan sama dengan pria.
Ia menyadari, sebagai anggota dewan dan telah mengemban amanah adalah menjadi sebuah tantangan bagi dirinya dalam memperjuangkan aspirasi sebagaimana harapan masyarakat, khususnya dari kalangan perempuan.
Terutama katanya memaparkan, dalam upaya peningkatan peran dan kualitas perempuan guna menuju perubahan untuk memenuhi hak-hak seluruh warga negara baik di bidang ekonomi, sosial budaya, politik dan hukum agar perempuan dapat semakin berperan dalam setiap pelaksanaan dan proses pembangunan. (nid/K-3)