Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Banjarmasin

Sekdako Banjarmasin Instruksikan DLH Tingkatkan Kapasitas Pengolahan Sampah

×

Sekdako Banjarmasin Instruksikan DLH Tingkatkan Kapasitas Pengolahan Sampah

Sebarkan artikel ini
Hal 5 3 Klm Kontrak 2
FASILITAS PENGELOLAAN- Sekdako meminta DLH untuk meningkatkan kapasitas dan fasilitas agar pengolahan sampah bisa lebih efektif serta berjalan optimal. (Kp/Diskominfotik)

Banjarmasin, Kalimantanpost.com – Pasca libur lebaran, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Banjarmasin, Ikhsan Budiman didampingi jajaran Dinas Lingkungan Hidup melaksanakan sidak ke Pusat Daur Ulang, Rumah Kompos Biuku dan sejumlah titik Bank Sampah untuk memantau progres pemilahan dan pengolahan sampah di kota Banjarmasin, Kamis (3/4/2025) siang.

“Hari ini berdasarkan arahan pak Wali Kota, kita mengunjungi beberapa tempat pemilahan termasuk PDU, melihat proses kerja di sana,” ujar Ikhsan Budiman.

Baca Koran

Setelah sidak yang dilakukan secara menyeluruh, Ia pun menyadari bahwa kapasitas dan fasilitas pengolahan sampah yang ada terbilang kurang memadai. “Kita tahu bahwa sampah organik itu terbagi menjadi dua lagi, organik kering dan basah, untuk itu cara pengolahannya pun harus berbeda,” tuturnya.

Untuk itu, Sekdako meminta DLH untuk meningkatkan kapasitas dan fasilitas agar pengolahan sampah bisa lebih efektif serta berjalan optimal.

“Tadi saya sampaikan ke DLH ini harus jadi pertimbangan untuk meningkatkan kapasitas pengolahan, terutama dalam kapasitas pemilahannya. Apabila tidak dilakukan secara manual, mungkin dengan confeyor bisa lebih cepat pemilahannya,” ujarnya.

“Jika pemilahan dengan cepat dapat dilakukan, tentunya dapat menghasilkan kompos maupun sampah organik basah yang cepat dan efektif,” tuturnya lagi.

Lebih lanjut, Sekda juga meminta mesin pencacah dan alat press sampah anorganik agar turut dimaksimalkan, tak terkecuali di lingkup sekolah sekolah nantinya.

“Nanti akan kita sarankan ke sekolah sekolah untuk menguatkan lagi upaya Ecobrick, agar residu yang ada bisa dimanfaatkan, dipress dan dimasukan ke dalam botol plastik untuk jadi nilai jual, di samping upaya kompos yang dilakukan,” jelasnya.

“Jadi hasilnya (sampah organik) itu dapat didistribusikan kepada para penggiat budidaya maggot, dan kompos dapat dikerjasamakan dengan penggiat tanaman,” terang dia.

Baca Juga :  Open House Lebaran Tradisi Mempererat Silaturahmi Dispora dan Wartawan

Dengan langkah langkah yang dilakukan saat ini, dirinya berharap TPS3R yang tersebar di kota Banjarmasin bisa sesegaranya mengadaptasi dan meningkatkan fasilitas, termasuk dengan diaktifkannya kembali Bank Sampah.

Tak lupa, Sekdako juga meminta dukungan seluruh lapisan masyarakat agar mengurangi beban di TPS dengan memilah sampah sejak dari rumah.

“Bank sampah organik atau Bank sampah anorganik kita harus kita aktifkan karena meski Bank sampah ini kecil kapasitasnya, namun sangat berarti dalam hal pengurangan dan pemanfaatan sampah,” tekan Ikhsan.

“Sebab sampah kita adalah tanggung jawab kita,” tandasnya. (Diskominfotik/K-3)

Iklan
Iklan