Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Banjarmasin

Pemko Banjarmasin Diminta Ada Gebrakan Barak Militer untuk Gepeng dan Anjal

×

Pemko Banjarmasin Diminta Ada Gebrakan Barak Militer untuk Gepeng dan Anjal

Sebarkan artikel ini
gepeng
Ilustrasi gambar Gepeng sedang meminta-minta di jalanan di Kota Banjarmasin.

Jika benar, warga di larangan memberi uang atau bantuan apapun, para Gepeng dan Anjal wajib diberi jaminan hak untuk hidup layak.

BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Banjarmasin mengapresiasi langkah Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin yang melarang warga/masyarakat memberi gelandangan pengemis (Gepeng) dan anak jalanan (Anjal) yang beraktifitas di jalanan.

Kalimantan Post

Meski demikian, Ketua DPRD Kota Banjarmasin Rikval Fachruri mengatakan hal tersebut bukan sebuah solusi. Namun lebih jauh ia berharap ada langkah Pemko Banjarmasin untuk melakukan pembinaan dan pengayoman terhadap warga yang meminta-minta di jalanan itu.

“Kita semua punya naluri ingin membantu. Namun memberi uang di jalan/lampu merah bukan solusi, itu justru memperpanjang masalah. Kasihan boleh, tapi jangan beri di jalan,” kata politisi Golkar Kota Banjarmasin Rikval.

“Saya bicara apa adanya, setiap kali kita kasih uang di jalan/lampu merah, kita justru sedang mensubsidi kemiskinan. Kita pikir sedang bersedekah, padahal sedang menjerumuskan mereka makin dalam dan makin menumbuhkan banyak anak jalanan, makin ramai manusia silver, makin tumbuh sindikat yang menjual kemiskinan demi keuntungan,” tambah politisi muda ini.

Lebih lanjut Rikval mengungkapkan secara pribadi dan kelembagaan mengapresiasi langkah Pemko melarang praktik ini, tapi ujarnya, harus dibarengi degan solusi konkrit. “Kalau kita larang warga memberi, pemerintah juga harus lebih dulu memberi solusi berupa pilihan hidup yang lebih baik,” pesannya.

Menurut Rikval, hal itu bukan karena kejam atau tidak berempati, tapi karena sebuah kepedulian. Membiarkan anak-anak dan saudara-saudara kita mengais hidup di jalanan bukan bentuk kasih sayang, itu pembiaran terhadap eksploitasi dan bahaya masa depan mereka.

“Apa kita tega lihat anak kecil tidur di trotoar, wajahnya kotor, tubuhnya kurus, tapi tetap dipaksa berdiri di tengah jalan, demi uang receh dari kita,” ucap Rikval uang juga Anggota AMPD Kalsel ini.

Baca Juga :  Safari Ramadan Bersama LSM, Wali Kota Yamin Ajak Perkuat Sinergi Bangun Banjarmasin

Terlebih ujarnya, dibalik tubuh yang dicat silver, di balik nyanyian yang terdengar sumbang, ada cerita yang seharusnya kita tanggapi dengan solusi, bukan recehan sesaat.

“Ini bukan tentang larangan memberi. Ini tentang menyadarkan kita semua bahwa jangan bantu dengan cara yang salah. Jalanan bukan tempat tumbuhnya harapan, tapi tempat bertabur bahaya akan masa depan yang tidak menjanjikan,” urainya.

Rikval pun mencontohkan jika benar ingin bantu mereka, jangan beri uang di jalan. Beri mereka hak untuk hidup layak.

Sedekah terbaik bukan di jalan/lampu merah. Sedekah terbaik adalah menyelamatkan mereka dari jalanan itu sendiri.

“Tugas kita bersama adalah memastikan mereka tidak kembali ke jalanan. Kalau ada niat membantu, mari kita arahkan ke tempat yang benar seperti lembaga sosial, panti, program pembinaan resmi atau menjadi orang tua asuh. Jangan beri mereka uang di jalan, berilah mereka masa depan,” ujarnya.

Rikval berharap pemko dapat memfasilitasi mereka melalui pendidikan militer terlebih dahulu untuk merubah karakter, dilanjutkan dengan pelatihan untuk upgrade skill maupun mindsetnya sebelum di kembalikan lagi ke masyarakat.

“Kami di DPRD siap dorong anggaran dan kebijakan untuk memperkuat pembinaan, pelatihan kerja, dan tempat perlindungan. Kita butuh sistem yang hadir lebih cepat dari belas kasihan sesaat,” tegasnya.

“Ini demi mewujudkan wajah Banjarmasin sebagai Kotamadya benar – benar indah dan bebas dari anak jalanan, pengemis, gepeng, manusia silver. Jadikanlah Banjarmasin tidak hanya menjadi kota yang peduli, tapi juga cerdas dalam peduli,” tutup Rikval. (Sfr/K-3)

Iklan
Iklan