KsANDANGAN, Kalimantanpost.com – Sebanyak 42 wartawan cetak, elektronik maupun online ekonomi dari berbagai media di Kalimantan Selatan begitu antusias mengikuti kegiatan Capacity Building Jurnalis Ekonomi yang terkait dengan kecerdasan buatan (AI) yang diselenggarakan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kalimantan Selatan yang digelar di Kandangan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, 24–25 Juni 2025.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Selatan, Fadjar Majardi usai membuka kegiatan Capacity Building Jurnalis Ekonomi mengatakan, kegiatan terkait penggunaan Ai untuk jurnalistik merupakan alat bantu wartawan.
“Tadi dijelaskan pemateri, AI sebagai alat yang bisa digunakan untuk berita, cek permintaan data, alat pembenaran bahasa dan banyak lagi manfaatnya,” ujarnya.
Selain itu, lanjut Fadjar, AI ini membantu para jurnalis yang
tadinya cara kerjanya menggunakan manual, sekarang menggantikanya dengan teknologi.
“Harapannya dengan ini bisa meningkatkan kapasitas teman-teman wartawan semua,” ungkapnya.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kalsel ini juga menambahkan pentingnya penggunaan AI dalam praktik jurnalistik.
“AI dapat mempercepat proses kerja wartawan, tetapi hasilnya tetap harus diverifikasi sebelum dipublikasikan,” katanya.
Dia juga mengatakan AI terus belajar dan berkembang. Tapi bukan berarti semua jawaban dari AI bisa langsung digunakan. Jika datanya tidak akurat, sebaiknya tidak dipakai.
“Contohnya pemanfaatan platform seperti ChatGPT yang mulai banyak digunakan jurnalis untuk mencari inspirasi penulisan atau mempercepat produksi konten. Meski bermanfaat, penggunaannya tetap harus mengikuti prinsip jurnalistik, terutama menyangkut akurasi, verifikasi, dan tanggung jawab editorial,” tegasnya.
Ia menambahkan, di tengah derasnya arus informasi digital, wartawan dituntut untuk tidak hanya cepat, tetapi juga cermat.
“AI bisa menjadi mitra kerja, tapi bukan pengganti integritas jurnalis,” kata Fadjar.
Sementara itu, nara sumber pertama Mahendra Dwifebri Purbolaksono yang merupakan Pakar Bidang Artificial Intelligence menjelaskan sejarah munculnya AI.
“AI mulai booming di luar sejak tahun 1970-an di luar negeri,” ujarnya.
Namun, sebelumnya, lanjut diaz pakar saint Alan Turing di tahun 1950-an sudah memprediksikan akan muncul komputer itu cerdas akan membedakan mana buatan manusia dan komputer.
“Kenyataan sekarang sudah terjadi,” ucap dosen dari Universitas Telkom Bandung ini.
Dia menambahkan, di Indonesia sempat berbagai pihak anti dengan AI dengan berbagai alasan.
Namun, akhirnya di tahun 2021, AI mulai booming di Indonesia dan banyak dipergunakan baik dibidang ekonomi dan lain-lain, termasuk dunia jurnalistik.
“AI telah membuktikan diri sebagai alat yang sangat bermanfaat bagi para jurnalis dalam menciptakan konten yang relevan, cepat dan efisien,” paparnya.
Di sesi tanya jawab pun, para jurnalis banyak menanyakan tentang AI terkait dalam kegiatan sehari-hari menuli berita. (ful/KPO-3)