BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – Tim asal Perancis, Paris Saint-Germain (PSG) mengukir sejarah untuk pertama kalinya meraih juara Liga Champions usai membantai Internazionale Milan 5-0 dalam pertandingan final yang berlangsung di Allianz Arena,
Munich, Jerman, Minggu (1/6/2025) dinihari.
Sebelumnya prestasi terbaik PSG hanys menembus partai final pada musim 2019-2020, tetapi takluk dari Bayern Muenchen 0-1.
Kedua tim tampil gemilang, dengan Nerazzuri menang empat kali dan seri dua kali dari enam pertandingan terakhir mereka di semua kompetisi. Meski kebobolan delapan kali selama periode itu, mereka mencetak 14 gol dan menjadi pencetak gol terbanyak di keenam pertandingan itu.
Sementara PSG menang lima kali dan kalah satu kali pada enam laga sebelumnya, juga mencetak 14 gol dan hanya kebobolan lima gol.
Kick-off dimulai PSG yang ditangani pelatih Luis Enrique berinisiatif melakukan serangan dengan penguasaan bola 73,3 persen setelah lima menit.
Sebuah pergerakan gemilang pada menit ke-12 benar-benar membuka pertahanan Inter, dan ketika Desire Doue memberikan umpan ke tengah, mantan bek Nerazzurri Achraf Hakimi mencetak gol hingga PSG unggul 1-0.
Assist ketiga Doue di kompetisi ini memberi Hakimi gol keempatnya dan tidak ada bek yang mencetak lebih banyak gol pada 2024/2025.
Gol awal itu berarti Inter sekarang harus keluar dan menyerang, dan meninggalkan cara bermain yang lebih defensif, yang telah membawa mereka maju hingga final.
Tekanan yang lebih intens dari Parisiens dengan cepat menghasilkan gol kedua, Ousmane Dembele yang lincah memberikan umpan kepada Doue untuk mencetak gol melalui pantulan bola pada menit 20.
Doue menjadi remaja ketiga (berusia 19 tahun dan 362 hari) yang mencetak gol di final Liga Champions setelah pelatih Timnas Indonesia Patrick Kluivert pada tahun 1995 saatb Ajax Amsterdam melawan AC Milan) dan Carlos Alberto pada tahun 2004 sewaktu Porto menghadapi Monaco.
Pertandingan final berakhir pada menit ke-63 setelah Vitinha melepaskan umpan kepada Man-of-the-Match Doue yang dengan gemilang mencetak gol ketiga PSG, dan serangan balik menakjubkan lainnya 10 menit kemudian berakhir ketika Kvaratskhelia dengan luar biasa mencetak gol keempat melewati Yann Sommer .
Itu baru keempat kalinya sebuah tim mencetak empat gol di final Liga Champions setelah Milan pada tahun 1994 menang 4-0 Barcelona, dan Real Madrid pada tahun 2014 mengalahkan Atletico Madrid 4-1 dan sekali lagi pada tahun 2017 menundukkan Juventus 4-1.
Pemain pengganti PSG Senny Mayulu – yang baru berada di lapangan selama 137 detik – mencetak gol kelimanya pada menit 86.
Sebelumnya, tidak ada tim yang berhasil mencetak lebih dari empat gol di final Piala Eropa/Liga Champions. (ful/KPO-3)
Daftar juara Liga Champion di bawah ini:
- 1955-1956: Real Madrid (Spanyol)
- 1956–1957: Real Madrid (Spanyol)
- 1957–1958: Real Madrid (Spanyol)
- 1958–1959: Real Madrid (Spanyol)
- 1959–1960: Real Madrid (Spanyol)
- 1960–1961: Benfica (Portugal)
- 1961–1962: Benfica (Portugal)
- 1962–1963: AC Milan (Italia)
- 1963–1964: Inter Milan (Italia)
- 1964–1965: Inter Milan (Italia)
- 1965–1966: Real Madrid (Spanyol)
- 1966–1967: Celtic (Skotlandia)
- 1967–1968: Manchester United (Inggris)
- 1968–1969: AC Milan (Italia)
- 1969–1970: Feyenoord (Belanda)
- 1970–1971: Ajax (Belanda)
- 1971–1972: Ajax (Belanda)
- 1972–1973: Ajax (Belanda)
- 1973–1974: Bayern München (Jerman)
- 1974–1975: Bayern München (Jerman)
- 1975–1976: Bayern München (Jerman)
- 1976–1977: Liverpool (Inggris)
- 1977–1978: Liverpool (Inggris)
- 1978–1979: Nottingham Forest (Inggris)
- 1979–1980: Nottingham Forest (Inggris)
- 1980–1981: Liverpool (Inggris)
- 1981–1982: Aston Villa (Inggris)
- 1982–1983: Hamburg (Jerman)
- 1983–1984: Liverpool (Inggris)
- 1984–1985: Juventus (Italia)
- 1985–1986: Steaua București (Rumania)
- 1986–1987: Porto (Portugal)
- 1987–1988: PSV Eindhoven (Belanda)
- 1988–1989: AC Milan (Italia)
- 1989–1990: AC Milan (Italia)
- 1990–1991: Red Star Belgrade (Yugoslavia)
- 1991–1992: Barcelona (Spanyol)
- 1992–1993: Marseille (Prancis)
- 1993–1994: AC Milan (Italia)
- 1994–1995: Ajax (Belanda)
- 1995–1996: Juventus (Italia)
- 1996–1997: Borussia Dortmund (Jerman)
- 1997–1998: Real Madrid (Spanyol)
- 1998–1999: Manchester United (Inggris)
- 1999–2000: Real Madrid (Spanyol)
- 2000–2001: Bayern München (Jerman)
- 2001–2002: Real Madrid (Spanyol)
- 2002–2003: AC Milan (Italia)
- 2003–2004: Porto (Portugal)
- 2004–2005: Liverpool (Inggris)
- 2005–2006: Barcelona (Spanyol)
- 2006–2007: AC Milan (Italia)
- 2007–2008: Manchester United (Inggris)
- 2008–2009: Barcelona (Spanyol)
- 2009–2010: Inter Milan (Italia)
- 2010–2011: Barcelona (Spanyol)
- 2011–2012: Chelsea (Inggris)
- 2012–2013: Bayern München (Jerman)
- 2013–2014: Real Madrid (Spanyol)
- 2014–2015: Barcelona (Spanyol)
- 2015–2016: Real Madrid (Spanyol)
- 2016–2017: Real Madrid (Spanyol)
- 2017–2018: Real Madrid (Spanyol)
- 2018–2019: Liverpool (Inggris)
- 2019–2020: Bayern München (Jerman)
- 2020–2021: Chelsea (Inggris)
- 2021–2022: Real Madrid (Spanyol)
- 2022–2023: Manchester City (Inggris)
- 2023-2024: Real Madrid (Spanyol)
2024-2025 : Paris Saint Germain (Perancis)















