Tanjung, KP – Untuk memastikan semua program tepat sasaran dan berjalan sesuai harapan Bupati Tabalong Ir H Muhammad Noor Rifani SH ST MT, bersama unsur terkait melakukan kunjungan langsung yang dikemas dengan program Bupati Bagana di Desa (Bunga Desa) untuk kali ini bertempat di Pendopo Desa Bumi Makmur Kecamatan Bintang Ara Kabupaten Tabalong.
Acara yang dirangkai dengan berbagai kegiatan tersebut H Fani melakukan dialog langsung dengan masyarakat, untuk mendengarkan secara langsung bagaimana aspirasi dari masyarakat di Desa Bumi Makmur dan sekitarnya, “dengan kegiatan ini, kami ingin memastikan bahwa program yang kami janjikan melalui Pemilu kada beberapa waktu lalu yang dijalankan oleh rekan-rekan di SKPD ini berjalan dengan baik di tingkat kecamatan,” ujar H Fani, usai kegiatan, Rabu (30/7).
Meski kegiatan tersebut hanya ditempatkan di satu desa, ujar H Fani, namun melibatkan seluruh desa yang ada di Kecamatan Bintang Ara, “meski ini berada di desa tapi menyangkut satu kecamatan Bintang Ara,” terangnya.
“Kami memastikan program berjalan dengan baik sesuai harapan, dengan menanyakan langsung ke masyarakat, apakah sudah berjalan dan apa saja yang kurang, itu usulan dari masyarakat, yang memberikan informasi kepada kami, tadi ada beberapa kegiatan yang perlu diperbaiki lagi,” ujar H Fani .
Sementara itu, Kepala Desa Bumi Makmur Kecamatan Bintang Ara Exy Setiyawati, mengaku sangat bersyukur kedatangan orang nomor satu di Kabupaten Tabalong tersebut, “kami sangat berterima kasih kepada Bupati Tabalong, meski desa kami terletak paling ujung beliau mau berkunjung dan kami selalu siap untuk berkolaborasi dan mendukung apa yang menjadi program Bupati Tabalong,” ujarnya.
“Saya menganggap terselenggaranya kegiatan ini luar biasa dan sangat mengapresiasi bahwa pelayanan publik di Kabupaten Tabalong sudah sesuai yang diharapkan, masyarakat kami lebih mudah untuk mengakses semua baik dari segi kesehatan, kependudukan, penanaman modal, tidak perlu jauh ke kota, karena kami memang berada 40 KM dari ibu kota kabupaten, namun bisa mengakses secara langsung,” ujar Exy.
“Untuk angka anak putus sekolah di Desa Bumi Makmur sebenarnya hanya satu atau dua anak, itu-pun karena keberadaan tinggalnya yang jauh dari perkampungan, yakni di Desa Undul yang akses jalannya sulit dijangkau,” demikian pungkas Exy. (ros/K-6)