Amuntai, KP – Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) melalui Dinas Pertanian setempat menanam ribuan bibit terong dan kacang panjang di Pondok Pesantren (Ponpea) Darussalam Desa Muara Tapus.
Aksi penanaman bibit tersebut bertujuan upaya mendorong kemandirian ekonomi pesantren melalui sektor pertanian bersama Ponpes dengan melaksanakan penanaman perdana dalam rangka implementasi program One Pesantren One Product (OPOP) berbasis perkebunan.
Dalam Kegiatan tanam perdana ini secara resmi dibuka oleh Wakil Bupati (Wabu) HSU Hero Setiawan, didampingi Kepala Dinas Pertanian Kabupaten HSU, Haridi, para tokoh agama, pimpinan pondok pesantren, dan para santri.
Ribuan binit ditanam secara serentak sebagai simbol dimulainya aktivitas pertanian produktif yang dikelola langsung oleh lingkungan pesantren.
Wabup menyampaikan bahwa program ini merupakan bentuk nyata dukungan Pemkab HSU terhadap pengembangan ekonomi kreatif dan agribisnis di lingkungan pesantren.
“OPOP ini juga sebagai langkah strategis membekali pesantren agar bisa mandiri secara ekonomi, menciptakan produk unggulan, serta menumbuhkan jiwa wirausaha di kalangan santri,”, ungkap Iwan Alabio sapaan akran Wabup.
Lebih lanjut, Iwan Alabio menekankan bahwa integrasi pendidikan agama dan kewirausahaan melalui sektor pertanian akan menjadi salah satu kekuatan pembangunan daerah di masa depan. Ia berharap Ponpes Darussalam Muara Tapus dapat menjadi contoh sukses bagi pesantren lain di HSU maupun wilayah Kalimantan Selatan.
Sementara Haridi menambahkan bahwa pihaknya akan terus melakukan pendampingan teknis, mulai dari penyuluhan, pengelolaan lahan, hingga proses panen dan pemasaran produk hasil kebun pesantren.
Sementara itu, Ustadz Busiri Hamdan Sebagai pimpinan PDF Darussalam menyampaikan Terima Kasih yang sangat Luar Biasa atas perhatian Pemerintah Daerah yang telah memilih ponpes mereka sebagai lokasi percontohan. Menurutnya, kegiatan ini telah membuka ruang baru bagi para santri untuk terlibat dalam aktivitas pertanian yang produktif dan mendidik.
Santri kini tidak hanya memegang kitab, tapi juga cangkul. Ini adalah bagian dari ikhtiar kita menjadikan pesantren sebagai pusat pembelajaran yang holistik, dunia-akhirat, katanya.
Acara penanaman perdana ditutup dengan doa bersama dan harapan agar program ini dapat membawa keberkahan, hasil panen yang melimpah, serta mempererat kolaborasi antara pesantren dan pemerintah dalam mewujudkan ekonomi umat yang mandiri dan berdaya saing. (nov/K-6)